Menggurat Visi Kerakyatan

LPMS IDEAS Raih Juara Majalah Kategori Analisis Isi Terbaik di Phinisi Award

Liputan utama majalah IDEAS edisi 20 memuat hasil reportase warga Syiah Sampang yang berada di pengungsian di Sidoarjo selama bertahun-tahun

63

Produk majalah terbitan Lembaga Pers Mahasiswa Sastra (LPMS) IDEAS mendapat penghargaan Phinisi Award. Mengambil tajuk “Merampas Hak Korban”, majalah IDEAS edisi 20 ini memenangkan kategori analisis isi. Majalah IDEAS berkompetisi dengan banyak Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dari berbagai daerah di Indonesia pada Jumat, 2 Oktober 2015 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Pada kompetisi itu, Majalah IDEAS merebutkan nominasi dengan Majalah Balairung, yang diterbitkan Badan Penerbitan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. “Majalah Balairung dengan tajuk Tanah Sultan memenangkan kategori kedalaman reportase,” kata Nurul Amalia, Panitia Penyelenggara Phinisi Award.

LPMS IDEAS dalam majalah edisi 20 itu mengambil tema utama Pelanggaran HAM di Indonesia dan mengambil perspektif korban. “Ada banyak sekali pelanggaran HAM berat di Indonesia, kami memilah beberapa di antaranya,” jelas Nurul Aini, Pemimpin Umum LPMS IDEAS.

Liputan utama majalah IDEAS edisi 20 memuat hasil reportase warga Syiah Sampang yang berada di pengungsian di Sidoarjo selama bertahun-tahun. Juga nasib para korban luapan Lumpur Lapindo di Sidoarjo yang bertahun-tahun menunggu ganti rugi dan tanggung jawab pemerintah.

“Saat awal penggarapan, kami lakukan riset dari banyak sekali sumber. Lalu turun ke lapangan berkali-kali,” tambah Nurul.

Adapun dewan juri dalam Phinisi Award ini adalah Seno Gumira Ajidarma, jurnalis senior yang menulis buku Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara. Lalu Andreas Harsono, jurnalis senior dan mentor kelas Narasi dan Jurnalisme Sastrawi di Yayasan Pantau, Jakarta.

Sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa di Fakultas Sastra Universitas Jember, Nurul dan pengurus LPMS IDEAS sempat pesimis saat akan mengikuti Phinisi Award. Lantaran tidak mendapat dukungan dari Universitas Jember dan tak dapat dana akomodasi menuju Makassar. Akhirnya pengurus LPMS IDEAS bermodal nekat dan biaya patungan untuk dana akomodasi menuju Makassar, berangkat mengikuti rangkaian acara Phinisi Award pada 26 September 2015 kemarin.

“Kami merasa tidak mendapat dukungan dari pihak universitas, ini bukan event pertama proposal kami ditolak. Semoga kedepannya pihak kampus lebih bisa melihat potensi dan karya mahasiswanya saja,” pungkas Nurul.[]