Menggurat Visi Kerakyatan

Mahasiswa Anggap Pembangunan Pujasera sebagai Pemborosan Dana

64

“Ya kalau kataku sih lihat kebutuhannya dulu. Pujasera itu buat apa? Kalau cuma buat kantin, kantin kan sebelumnya sudah ada. Kalau dibuat pujasera nanti jadinya pemborosan,” ungkap Muhammad Bagus Alimsufi, mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Jember (FS UJ) pada Jumat (24/9) kemarin.

Hal ini diungkapkan Bagus terkait keputusan Pembantu Dekan II (PD II) FS UJ untuk mengganti kantin sastra yang lama dengan pujasera. Pembangunan pujasera sendiri diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar 89 juta. Rupiah yang jumlahnya cukup banyak tersebut mengundang tanya tanya bagi mahasiswa. (Baca juga: Pujasera Sastra Ditaksir Akan Habiskan Biaya 89 Juta)

Bagus juga berpendapat bahwa masih banyak fasilitas di FS UJ yang menjadi prioritas daripada membangun pujasera. “Wong yang di kantin dulu anak-anak sudah nyaman. Kalau untuk itu  (pujasera) uangnya, kenapa nggak difungsikan untuk yang lain. Sekarang dilihat sendiri kenapa harus bangun pujasera dulu sedangkan gedung yang tiga tingkat itu (gedung B) gak dibangun-bangun,” jelas Bagus.

Kecurigaan pun mulai muncul ketika tidak ada rincian yang jelas mengenai dana pembangunan pujasera. “Dana yang 89 juta, kok enteng banget mengeluarkan buat itu. Seperti ada kepentingan di dalamnya kenapa itu dibangun. Intinya itu kayak gitu, tansparansi dana,” kata Bagus.

 

Penulis: Rosy Dewi Arianti Saptoyo