Menggurat Visi Kerakyatan

Sekali Diancam, Kami Terbit Lagi

133

Rasanya tidak cukup hanya sekali anggota LPM-Ideas mendapatkan ancaman dari birokrasi kampus pada tahun 2014. Alasannya cukup beragam, misalnya dari isu-isu yang menjadi bahan pemberitaan di media Ideas yang pernah disebut sebagai ‘pencemar nama baik kampus’. Sehingga beberapa anggota LPM-Ideas yang bertugas melakukan reportase, sering kali mendapat ‘ceramah’ dari birokrasi kampus untuk menuliskan sisi positif kampus saja. Tak hanya itu, alokasi dana kegiatan LPM-Ideas pun beberapa kali dihambat karena sebuah alasan yang cukup menggemaskan.  Kerja-kerja jurnalisme yang dijalani oleh anggota LPM-Ideas pada saat itu, dianggap sebagai laku tindakan tak bermoral.

Namun segala bentuk pengerdilan dan klaim itu tidak ditelan secara mentah-mentah oleh tim redaksi pada saat itu. Media bertagline nurani mahasiswa ini masih mereka terbitkan. Dengan harapan,  bisa mengajak semua sivitas akademik untuk memandang kebijakan dan fenomena di kampus dengan sudut pandang kritis dan dialeksis. Sehingga mahasiswa ingat dengan warisan Antonio Gramsci, yaitu identitas ‘intelektual organik’.

Disetiap kerja jurnalistik tim redaksi pada saat itu tetap menjunjung tinggi kode etik dan elemen-elemen jurnalisme. Dengan harapan, semoga kelak mahasiswa tidak lagi dilempar dengan ancaman drop out, nilai akademik, atau alasan lain ketika berdialektika.

Buletin Partikelir Reguler Edisi Juni 2014 telah diarsipkan dalam bentuk digital oleh tim redaksi kepengurusan tahun 2022. Segala informasi yang berkaitan dengan birokrasi kampus yang dimuat dalam buletin Partikelir Reguler Edisi  Juni 2014 dapat dilihat di sini.