Menggurat Visi Kerakyatan

Sampah Menggunung di TPA Pakusari, Mapala se-Jember Gelar Aksi dan Dorong Pengolahan Kompos

Penulis: Naufal In’ami
Editor: Ichwan Widyanata Prayogi

2

Rabu (22/4), Mapala se-Jember menggelar aksi solidaritas atas persoalan sampah yang belum terselesaikan di TPA Pakusari, Kabupaten Jember. Aksi ini dilatarbelakangi keresahan terhadap tumpukan sampah yang kian menggunung serta pengelolaan yang dinilai belum maksimal oleh pengelola TPA dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember.

Aksi tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April. Kegiatan ini juga menjadi agenda tahunan yang diinisiasi oleh Forum Ketua Umum (FKU) Pecinta Alam Jember. Koordinator aksi, Rasya Firdaus, menyebut aksi ini sebagai bentuk konsistensi Mapala dalam merespons isu lingkungan di Jember. “Ini adalah sebuah aksi tahunan yang seringkali diadakan oleh teman-teman mapala tentunya di hari bumi tanggal 22 April 2026,” ujarnya.

Dalam kajian yang dilakukan Mapala se-Jember, ditemukan bahwa lebih dari 200 ton sampah masuk ke TPA Pakusari setiap hari. Tumpukan sampah bahkan disebut mencapai ketinggian sekitar 35 meter. Rasya menjelaskan, mayoritas sampah yang masuk merupakan sampah organik yang sebenarnya masih berpotensi untuk diolah kembali. “Kebanyakan adalah sampah organik. Jadi di sampah organik ini kami mau membuat sebuah program yang dimana jika sampah organik ini diolah akan menjadi pupuk kompos yang bisa dibuat untuk media tanam,” terangnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Mapala se-Jember mendorong optimalisasi sistem pengolahan sampah yang telah ada dibandingkan membuka lahan baru. Rasya menilai masih banyak sampah yang dapat dikelola sebagai bahan percobaan pengolahan kompos. “Mungkin ada di sistem cara pengolahan mereka yang mungkin perlu ditingkatkan atau dimaksimalkan lagi karena melihat adanya sampah organik atau sampah-sampah yang mungkin masih bisa dikelola oleh teman-teman nantinya sebagai bahan percobaan. Jadi, kami sebagai mapala juga ingin membantu kepada pihak pemerintah terkait pengolahan sampah,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, massa tidak berhasil menemui koordinator pengelola TPA Pakusari maupun Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jember. Absennya pihak terkait membuat tuntutan yang disampaikan belum dapat didialogkan secara langsung. []

Leave a comment