Menggurat Visi Kerakyatan

UNEJ Terapkan KKN Blended Luring Daring, LP2M : KKN Luring, Tapi Tidak Ada Mobilisasi Masa

728

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember (LP2M Unej) mengeluarkan pengumuman tentang pendaftaran Kuliah Kerja Nyata (KKN)  semester gasal 2020-2021 pada (12/8). Menindaklanjuti hal tersebut, pada (14/6), LP2M kembali mengirimkan pengumuman terkait pendaftaran sekolah desa sebagai persiapan pembekalan KKN melalui Telegram. Pendaftaran tersebut dibuka sejak 14-25 Juni 2021. Berbeda dengan sistem KKN pada tahun 2020 lalu yang kegiatannya dilakukan secara daring, KKN tahun 2021 ini dilaksanakan secara blended dalam jaringan (daring) – luar jaringan (luring).

Ali Badruddin, selaku Koordinator Pusat KKN LP2M pada Kamis (17/6) menjelaskan bahwa KKN 2021 dilaksanakan secara daring-luring. Hal ini dilakukan mengingat akan diberlakukannya sistem perkuliahan hybrid learning yaitu kombinasi antara metode pembelajaran jarak jauh dengan metode tatap muka.  “Insyaallah dalam waktu dekat ini, akan ada rapat antar Rektor untuk penentuan sistem perkuliahan tatap muka dan daring. Jadi istilahnya bakalan hybrid. Dari situ juga mau gak mau akhirnya kita ya memutuskan kenapa tidak kita coba untuk melakukan juga, KKN hybrid atau blended lah. Gabungan dari offline dan online,” jelasnya.

Menurut Ali, sistem KKN luring diperuntukkan pada mahasiswa yang tinggal didaerah tapal kuda, yakni Jember, Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Probolinggo. Sedangkan selain mahasiswa daerah tersebut, mengikuti KKN secara daring. “Jadi intinya dari hasil diskusi tim kami kemarin memutuskan untuk area yang tatap muka dari Jember, Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, nanti kita model KKN luringm luring tapi tidak ada mobilisasi massa,” ungkap Ali.

Ali berujar bahwa  yang melaksanakan KKN secara luring akan langsung ditempatkan di daerah sesuai domisili kabupatennya. “Artinya gini, jadi yang di Jember ya nanti yang domisili di Jember ya kita terjunkan di Jember, yang berdomisili di Banyuwangi ya kita terjunkan di Banyuwangi begitu,” imbuhnya.

Mengenai pemilihan desa lokasi KKN, Ali mengungkapkan bahwa pemilihannya berdasarkan plotting tematik yang akan dilakukan oleh LP2M sendiri. “Iya, nanti kami yang akan menangani hal ini, maka disitu  ploting tematik dan desa dilakukan oleh LP2M. Jadi mahasiswa akan memilih kabupaten dan Jangan sampai ada mobilisasi tadi itu,” ungkapnya.

Untuk program KKN tahun ini, Ali menjelaskan bahwa KKN daring sistemnya sama seperti tahun sebelumnya sedangkan KKN luring akan ada program tambahan yaitu pemberantasan angka stunting. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi. “Nanti akan kita sampaikan, jadi untuk yang online kemungkinan besar masih seperti yang tahun kemarin. Untuk yang offline, yang di tapal kuda, ini ada penambahan kemarin ada permintaan dari sekretariat wakil presiden itu untuk membantu pemberantasan angka stunting,” jelasnya.

Ali berharap sistem KKN blended luring-daring ini mampu menjawab dan memaksimalkan peran pengabdian mahasiswa di masyarakat. “Sekali lagi bahwa dengan konsep KKN blended daring-luring ini harapannya adalah kita bisa menjawab ekspektasi masyarakat yang luar biasa dan untuk memaksimalkan peran pengabdian mahasiswa di masyarakat,” ujarnya.

Untuk informasi lebih lanjut menganai KKN blended luring-daring ini, LP2M akan mengadakan sosialisasi melalui Zoom. Sosialisasi akan diselenggarakan pada hari Jumat (18/6) pukul 13.00 WIB. “Sebenarnya besok baru mau kita adakan sosialisasi jam 13 nanti secara zoom, nanti kita akan jelaskan kepada semua mahasiswa yang mengikuti program KKN bahwa konsep blended antara daring dan luring ini nanti akan seperti apa,” ungkapnya.

Salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) jurusan Sastra Inggris Unej, Bilqis Ayu Geovanny, memberikan pendapatnya pada Kamis (17/6) terkait sistem KKN daring-luring. Menurut Bilqis sistem KKN daring-luring tahun ini cukup membingungkan karena sistem KKN kali ini adalah  berkelompok setiap kabupaten sedangkan peserta KKN yang berasal dari tempat tinggalnya hanya ia sendiri. “Menurutku kkn yg sekarang cukup bikin bingung sih, soalnya aku kan dari kabupatenku, yang (dari) Unej dan mau KKN cuman aku aja, lainya masih semester bawah,” jelasnya.

Bilqis sudah mendaftar KKN pada tanggal (15/6). Ketika mendaftar ia mengungkapkan bahwa ia mengalami kesulitan. Ia menjelaskan jika ia sudah empat kali gagal daftar KKN dengan keterangan pendaftaran sudah penuh.“Hampir empat kali gagal daftar dengan keterangan pendftaran sudah ditutup padahal batas baru tanggal 25 Juni”.

Selanjutnya Bilqis berharap agar LP2M memberi penjelasan secara rinci terkait sistem dan peraturan KKN tahun ini di Universitas Jember. “Aku harap bakal dikasih penjelasan dari pihak LP2M secara rinci terlebih buat mahasiswa KKN yg gak ada barengan di kabupatennya sih,” harapnya.[]

 

penulis: Ulfatain Nafah Zaim GH