Menggurat Visi Kerakyatan

Penerjunan Mahasiswa KKN Unej Diundur, LP2M Belum Berikan Informasi Lebih Lanjut

Editor: Alifia Suci Rahma

239

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Jember (LP2M Unej) berencana akan melakukan penerjunan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Back to Village (BTV) III pada Kamis (15/07). Namun, enam hari sebelum penerjunan, pihak LP2M memberikan informasi terkait pengunduran penerjunan mahasiswa KKN melalui broadcast Telegram. Pengunduran waktu penerjunan mahasiswa KKN dikarenakan pemerintah memberlakukan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Ali Badrudin, selaku Sekretaris 1 LP2M Unej pada Rabu (21/07) menjelaskan bahwa karena adanya pemberlakuan PPKM maka kemungkinan besar KKN akan dilaksanakan secara daring. “Untuk KKN ini kami masih memantau karena PPKM diperpanjang sampai tanggal 25, jadi kayanya memang 90% tidak jadi melaksanakan KKN hybrid,” jelas Ali.

Mengenai skema pelaksanaan KKN BTV III, Ali menambahkan bahwa skema pelaksanaan KKN BTV III sama dengan KKN BTV II yakni secara daring. “Kita akan  menggunakan skema KKN Januari dan Juli tahun kemarin. Jadi kita sudah lebih aman, dan nanti pelaksanaannya juga akan lebih mudah. Terkait dengan mobilisasi massa kan tidak memungkinkan, jadi kita akan tetap menggunakan KKN daring,” ujar Ali.

Meskipun memiliki skema yang sama, namun pada KKN BTV III ada beberapa tambahan tematik, seperti literasi dan stunting. “Panduannya masih sama seperti tahun kemarin. Ada beberapa tematik yang kita tambahkan seperti literasi, stunting. Itu bagian variasi yang kita tawarkan kepada teman-teman mahasiswa,” ungkap Ali.

Dia menambahkan bahwa waktu penerjunan mahasiswa KKN tentunya akan dilaksanakan setelah PPKM selesai, yaitu setelah tanggal (25/07). “Jelas setelah tanggal 25,” imbuhnya.

Ali berharap agar pelaksanaan KKN BTV III berjalan sukses dan seluruh mahasiswa  sehat selalu sehingga bisa mengabdi di masyarakat. “Dengan melangsungkannya KKN nanti harapannya anak-anak tidak sampai sakit atau sebagainya dan tanpa harus menunda, bisa mengabdi di masyarakat dan studi lancar,” ujarnya.

Marisa Indah, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) jurusan Sastra Indonesia Unej memberikan komentarnya terkait pengunduran KKN. Dia merasa kecewa ketika mendapat informasi pengunduran KKN melalui broadcast Telegram. Kekecewaan ini dikarenakan dia telah mengurusi beberapa dokumen untuk KKN. “Jujur aja awalnya kecewa karena informasi yang diberikan semuanya serba mendadak. Apalagi saya sudah menyiapkan berkas-berkas perizinan sampai tembus ke balai desa, minta tanda tangan ke rumah kepala desa, dll,” ungkapnya Selasa (20/07).

Marisa berpendapat bahwa seharusnya informasi tentang pengunduran KKN tidak diberikan secara mendadak. “Harusnya kalau memang mau diundur informasinya jangan dadakan juga, kesel sendiri jadinya mahasiswa yang sudah repot-repot menyiapkan berkas-berkas perizinan nantinya malah harus ngurusi lagi, ngulang dari awal,” ujarnya.

Mengenai penerjunan mahasiswa KKN BTV III, Marisa menambahkan bahwa dia juga tidak mengetahui kapan penerjunan mahasiswa KKN akan dilaksanakan karena belum ada informasi lebih lanjut terkait hal ini. “Kalau untuk penerjunan KKN kapan saya kurang tahu, bahkan anak-anak yang lain juga masih belum mendapatkan informasi lebih lanjut kapan penerjunan KKN akan dilanjutkan,” imbuhnya.

Marisa berharap agar di masa pandemi seperti ini, pelaksanaan KKN tidak menyulitkan mahasiswa ketika penerjunan, termasuk dalam persyaratan dokumen atau perizinan yang dibutuhkan. “Saya berharap semoga KKN kali ini tidak akan menyulitkan mahasiswa saat penerjunan. Apalagi terkait perizinan semuanya harus mandiri,” ungkapnya. []