Menggurat Visi Kerakyatan

Tubuhku, Milikku. Stop Pelecehan terhadap Perempuan

444

Salam Persma!

Korban victim blaming sebagian besar dialami oleh perempuan. Meski emansipasi sudah digaungkan sejak ratusan tahun lalu, nyatanya perempuan Indonesia masih banyak yang mengalami pelecehan seksual. Bahkan terjadinya pelecehan seksual sering tidak disadari oleh si korban. Ada beberapa tingkatan dalam pelecehan seksual, seperti cat call, sentuhan yang tidak diinginkan, mendapat kiriman audio atau visual berbau seks, sampai tingkat yang paling parah, yaitu pemerkosaan.

Lembaga Pers Mahasiswa Ideas mengundang kawan-kawan pada acara Diskusi Publik bertajuk Tubuhku, milikku. Stop pelecehan terhadap perempuan. Diskusi ini tidak dibuat khusus untuk perempuan, namun semua. Termasuk laki-laki. Ini memberi edukasi bahwa setiap manusia memiliki hak setara, tidak ada yang pantas dilecehkan hanya karena fisik, pakaian, atau hal lain. Pola pikir yang menganggap orang lain layak untuk dilecehkan tidak lain karena ia menganggap orang lain sebagai objek. Ini yang akan kami bicarakan bersama, bahwa manusia, terutama perempuan bukanlah objek.

Kesadaran manusia akan otoritas tubuhnya akan disampaikan oleh Hat Pujiati, dosen Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB UJ). Selain itu ia juga akan memperkenalkan apa itu feminisme dan patriarki serta perkembangannya dari masa ke masa. Eri Andriani, seorang asisten manajer program di Stapa Center. Salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat  di Jember, akan menemani diskusi dan berbagi pengetahuan tentang perkembangan stereotype negatif yang melekat pada perempuan di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan pula bagi peserta yang hadir untuk sharing pengalamannya terkait tindak pelecehan seksual. Ulfa Masruroh, Pemimpin Redaksi Majalah Ideas akan menjadi moderator pada diskusi kali ini.

Acara ini akan kami selenggarakan pada Senin, 23 Juli 2018 pukul 09.00 WIB. Bertempat di Aula Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember. Peserta yang hadir tidak dipungut biaya sepeserpun dan dapat makanan ringan. Ajak kawan, kakak, adik, sepupu, sahabat, atau siapapun. Mari berdiskusi, salurkan pendapat kamu soal pelecehan seksual, kami tunggu. []