Menggurat Visi Kerakyatan

Himpun Keberanian Perempuan Melalui Diskusi Publik

384

Lembaga Pers Mahasiswa Ideas (LPM Ideas) menyelenggarakan Diskusi publik pada Senin (23/07). Acara yang bertajuk Tubuhku, Milikku. Stop Pelecehan Terhadap Perempuan ini diselenggarakan di Aula Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB UJ) dan terbuka untuk umum.

Diskusi publik yang dipersiapkan sekitar dua minggu ini tidak hanya dihadiri oleh perempuan. “Ini kan acaranya terbuka untuk umum, jadi yang datang tidak hanya perempuan tetapi juga laki-laki,” tutur Warda Septi Ani selaku ketua panitia. Warda juga mengungkapkan bahwa ketika diskusi berlangsung peserta cukup aktif dalam merespon pemateri. “Penonton selama diskusi ya aku lihat mereka aktif bertanya dan kemudian banyak yang berani bercerita tentang pengalaman mereka,” jelas Warda

Warda menjelaskan latar belakang diadakannya diskusi publik ini berdasarkan banyaknya pengaduan yang di terima LPM Ideas terkait kasus pelecehan seksual. “Jadi LPM Ideas beberapa kali mendapat laporan secara lisan dari teman-teman mahasiswa terkait kasus pelecehan seksual,” jelas Warda. Pengaduan yang Ideas terima tidak hanya berasal dari lingkup kampus saja melainkan juga di luar kampus. “Ya yang melapor itu tidak hanya perempuan-perempuan yang ada di lingkungan kampus saja, yang pernah mengalami pelecehan seksual di jalanan juga pernah ada,” jelasnya kembali.

Menanggapi pengaduan itu, LPM Ideas membuat sebuah penyelidikan. “Ya untuk merespon pelapor kita kemudian melakukan riset terkait kasus ini,” tukas Warda. Warda juga mengatakan bahwa penyelidikan yang sudah dilakukan LPM Ideas adalah dengan cara menyebar form dan mendekati beberapa diantaranya yang telah mengisi form dan bersedia untuk diwawancarai. “Akhirnya ya kita membuat form kemudian menyebarkannya, setelah itu kita coba menghubungi penyintas dan melakukan pendekatan-pendekatan agar ia mau bercerita,” tukasnya kembali.

Warda mengungkapkan meski telah melakukan pendekatan, ternyata masih banyak penyintas yang enggan terbuka karena berbagai alasan. Salah satu alasan yang sering muncul adalah rasa trauma. “Tidak sedikit dari mereka yang masih trauma, jadi harus ekstra hati-hati dalam melakukan penyelidikan,” ungkap Warda.

Pengaduan pelecehan seksual yang di terima oleh LPM Ideas sangat beragam. “Banyak kasus, mulai dari pelecehan verbal seperti cat calling, non verbal seperti sentuhan yang tidak dikehendaki dan masih banyak lagi,” tukas Warda. Warda mengatakan bahwa yang paling sering terjadi adalah fenomena cat calling. “Kebanyakan sih cat calling ya, karena tidak banyak yang tau kalau cat calling ini sebenarnya tindak pelecehan seksual,” tukasnya kembali.

Hal ini banyak terjadi karena kebanyakan masyarakat menganggap cat calling adalah hal yang sudah biasa dan lumrah dilakukan. “Ya karena sudah menjadi hal yang biasa itu tadi , yang ngisi form juga kebanyakan perempuan yang pernah mengalami cat calling,” jelas Warda. Cat calling adalah jenis pelecehan seksual yang berupa lontaran atau ucapan yang condong ke arah seksual. Seperti bersiul, berseru, atau berkomentar terhadap seseorang yang lewat di jalan, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

Dalam penyelenggaraan acara ini panitia sempat mengalami kesulitan dalam persiapan. Friska Kalia dari Aliansi Jurnalis Inedependen (AJI) Jember mulanya juga akan menemani di diskusi dan akan berbagi tentang bagaimana pers menyikapi kasus pelecehan seksual. Tapi ternyata ia tida bisa hadir karena masih di luar kota. “Ya kesulitannya ada saat persiapan tiba-tiba kita dapat kabar Mbk Friska dari AJI tidak bisa hadir karena masih diluar kota,” jelas Warda. Meskipun demikian acara tetap berjalan dengan hanya mendatangkan dua teman ngobrol saja.

Usai acara berlangsung salah satu peserta diskusi member tanggapan terhadap acara ini. Eva Sofiatul Karimah mahasiswa FIB mengatakan, banyak hal yang dapat diambil manfaatnya. “Kalau buat aku sih, aku dapat pengalaman berharga dari acara itu,” jelas Eva. Ia juga menambahkan dari acara tersebut ia dapat bersikap lebih terbuka ketika mengalami pelecehan seksual. “Sebagai perempuan yang pernah mengalami pelecehan seksual aku jadi bisa lebih terbuka pada orang lain, bisa menceritakan masalahku ke orang terdekat,” jelasnya kembali.

Selain itu Eva berharap agar korban-korban yang lainnya dapat terbuka dan menjaga diri dengan baik. “Kalau mereka yang seperti aku yang pernah mengalami pelecehan semoga mereka jadi lebih berani untuk berterus terang dan lebih pandai menjaga diri,” ungkap Eva. []