Menggurat Visi Kerakyatan

Tolak Jam Malam, Mahasiswa Unej Lakukan Konsolidasi

236

Menyikapi pemberlakuan jam malam di Universitas Jember (UJ),  mahasiswa dari berbagai fakultas berkumpul di halaman sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian (UKMK) UJ, pada Rabu malam (19/2). Dalam forum diskusi pasca unjuk seni, muncul beragam tanggapan dari para pegiat Organisasi Mahasiswa (Ormawa) terkait dampak pemberlakuan jam malam. Masing-masing dari Ormawa memang sengaja hadir sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan tersebut.

Mulanya acara dibuka dengan hiburan berupa penampilan musik, karawitan, dan pembacaan puisi. Lewat kesempatan tersebut, UKMK bermaksud untuk membuat acara pembahasan jam malam tidak tegang dan lebih santai. Pramoedya Krisna, anggota UKMK menjelaskan, “Tadi kita buka acara awalnya dengan penampilan musik, pembacaan puisi, dan karawitan. Itu sebagai pemanis sebelum membahas jam malam lebih lanjut,” kata Krisna.

Sementara itu, Arum Sekar Suminar, Ketua Umum UKMK, menjelaskan bahwa pihaknya bermaksud untuk mengajak semua Ormawa di UJ, baik Ormawa di tingkat fakultas maupun universitas, dalam satu wadah. “Beberapa waktu beberapa UKM Fakultas (UKM-F) mengajak UKMK, sebagai UKM pusat, untuk menjadi wadah bagi teman-teman UKM-F untuk membicarakan kebijakan jam malam,” kata Arum menjelaskan.

Meski penandatangan surat keputusan berisi kebijakan sudah berlalu selama satu tahun, namun mahasiswa dari berbagai Ormawa menganggap pihak birokrasi UJ terlalu terburu-buru dalam membuat kebijakan ini. Merasa suara mahasiswa tidak ditanggapi oleh Pembantu Rektor III UJ, akhirnya Arum serta para pegiat Ormawa lainnya menggelar konsolidasi untuk mengkritisi kebijakan jam malam.

“Sebelumnya kami tidak tahu menahu apa yang maunya rektorat. Tiba-tiba kami harus mengamini peraturan dari sana (rektorat). Ini kan keputusannya demi kebaikan dan kepentingan kami, sebagai pelaksana. Tapi kami tidak diajak urun rembug dulu,” ungkap Arum.

Pembahasan kebijakan jam malam pun berlanjut. Masing-masing Ormawa yang hadir saling bertukar pendapat dan menguatkan suara. Usai pertemuan tersebut, Arum menjelaskan bahwa forum pembahasan itu masih akan berlanjut. “Ke depannya, akan ada barisan dan suara yang lebih besar,” pungkas Arum.

Setelah semua perwakilan Ormawa yang hadir saling mengemukakan pendapat dan mendapatkan titik temu, forum konsolidasi pun ditutup. Sementara, pembahasan jam malam ini akan berlanjut pada pekan berikutnya.[]