Menggurat Visi Kerakyatan

Tinjau Pengadaan ATM-KTM, BEM FKG-UJ Adakan Forum Diskusi

51

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember (BEM FKG-UJ) mengadakan acara diskusi untuk meninjau kebijakan kampus, pada Rabu malam (12/03). Bertempat di Ruang Kuliah 1 FKG-UJ, peserta diskusi membahas isu pengadaan penggabungan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dengan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Mahasiswa di Universitas Jember. Diskusi ini merupakan kelanjutan dari diskusi sebelumnya yang telah diadakan oleh BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM-UJ) pada Minggu (09/03) kemarin.

Aisyah Hamsasah Izzati, presiden BEM FKG-UJ mengungkapkan bahwa dalam diskusi ini, tidak hanya mengundang perwakilan dari fakultas dengan BEM yang masih aktif, namun juga fakultas dengan BEM yang telah nonaktif. “Sebenernya ini acara untuk BEM sih, tapi fakultas yang tidak ada BEM, kita undang UKM Perwakilan dari fakultas tersebut,” ujar Aisyah.

Diadakannya diskusi ini, kata Asyiah, berawal dari keresahan mahasiswa FKG UJ mengenai pengadaan penggabungan KTM dan ATM yang tiba-tiba, “Keresahan kita masalah KTM yang emang butuh sharing sama temen fakultas lain,” ungkapnya.

Selain itu, perwakilan yang hadir dalam diskusi juga membahas tentang rencana hearing dengan pihak rektorat UJ pada Jumat (14/03). Hearing yang rencananya akan dihadiri oleh Pembantu Rektor III Universitas Jember itu, akan melibatkan semua perwakilan fakultas dan mahasiswa angkatan 2011- 2013.

Pada akhir diskusi, Aisyah mengutarakan harapannya atas penindaklanjutan dan tanggapan dari pihak universitas terkait isu tersebut. “Aku berharap sih kita bisa punya satu suara yang bener atas nama mahasiswa, karena kan menyangkut mahasiswa. Ya, kita mau pihak rektorat menanggapi yang kita inginkan,” tegas Aisyah.

Sementara itu, Joko Cahyono selaku perwakilan dari Fakultas Teknologi Pertanian UJ, mengungkapkan dukungannya terhadap pengadaan diskusi semacam ini. “Forum seperti ini memang dibutuhkan ketika birokrasi membuat atau menerapkan kebijakan baru yang masih kurang jelas sistemnya. Supaya mahasiswa mengerti dan memahami tentang kebijakan tersebut penting apa nggak, dan merugikan mahasiswa atau tidak,” ujar Joko.[]

 

Penulis: Fiyruz Zakiyah
Editor: Siti Hanifa