Menggurat Visi Kerakyatan

Sekjend PPMI Kota Jember Terpilih, LPM Akan Jadi Prioritas

130

Musyawarah Kota (Muskot) PPMI kota Jember yang berlangsung sejak Senin (03/03) kemarin, berakhir dengan agenda pemilihan Sekretaris Jendral (Sekjen) PPMI kota Jember periode 2014-2016. Bertempat ruang kuliah Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, semua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di Jember hadir untuk mengikuti prosesi pemilihan Sekjen PPMI kota Jember.

Prosesi pemillihan Sekjen PPMI kota jember berlangsung secara terbuka. Masing-masing LPM mengajukan satu nama bakal calon sekjen. Dari proses awal pemilihan diperoleh tiga nama, Bill Al Ghifari dari UKPKM Tegalboto, Ahmad Dwi Basit Arifianto dari LPM Aktualita dan Mohammad Sadam Husaen dari LPMS Ideas. Namun setelah melalui beberapa mekanisme pemilihan Sekjen, beberapa bakal calon Sekjen PPMI kota Jember dianggap gugur karena tidak memenuhi kriteria pemilihan. Akhirnya secara aklamasi Sadam terpilih menjadi Sekjen PPMI kota Jember periode 2014-2016.

Sadam menaruh kepercayaan atas komitmen yang diungkapkan tiap-tiap LPM saat pemilihan berlangsung. Komitmen itu pula yang membuatnya bersedia menjadi sekjen, “Jadi sekjen bagi saya adalah kutukan, karena harus bekerja ekstra keras. Tapi melihat semangat dan komitmen kawan-kawan LPM di Jember saya merasa terharu,” ungkap Sadam setelah dirinya terpilih.

Peserta Muskot pun berharap pada Sekjen terpilih agar dapat bekerja lebih baik lagi dari kepengurusan sebelumnya. Seperti harapan Basit, Pemimpin Umum LPM Aktualita “Semoga saja PPMI kota Jember bisa membangun sistem pendidikan yang mumpuni untuk LPM yang ada. Seperti slogan yang sering kawan-kawan Persma ucapkan mari berjejaring, saling menguatkan dan jabat erat. Semoga tiga dasar ini bisa tumbuh di setiap LPM di Jember,” tutur Basit

Sementara itu, Dian Teguh Wahyu Hidayat, Sekjen PPMI Kota Jember periode 2012-2014, menaruh harapan besar untuk kepengurusan yang baru. Ia berharap PPMI kota Jember tidak salah langkah dalam kerja PPMI. PPMI kota Jember, kata Dian, harus menjadikan LPM sebagai prioritas utama, “Yang harus diprioritaskan kepentingan LPM, bukan pada program kerja PPMI,” kata Dian

“Mungkin nantinya akan terkesan terjebak dan memaksa sekjen untuk memilih antara proker PPMI dan LPM. Meskipun proker adalah rekomendasi LPM, pelaksanaannya harus melakukan pembacaan ulang kondisi LPM,” jelas Dian.[]

 
Penulis: Nurul Aini
Editor: Kholid Rafsanjani