Menggurat Visi Kerakyatan

Muskot PPMI Jember, Kuatkan Relasi Antar LPM dan PPMI

68

Dian Teguh Wahyu Hidayat, Sekretaris Jendral (Sekjen) Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) kota Jember periode 2012-2014, mengajak semua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di Jember untuk membangun kembali sinergisme kerja antara PPMI dan LPM. Hal ini Dian sampaikan saat membacakan laporan pertanggungjawabannya dalam Musyawarah Kota (Muskot) pada Selasa (04/02), di Mini Hall Universitas Muhammadiyah Jember. Dalam kesempatan itu, Dian serta Badan Pekerja Kota (PPMI) kota Jember melaporkan seluruh kinerja PPMI kota Jember periode 2012-2014 di hadapan forum yang dihadiri oleh delegasi LPM se-Jember.

Salah satu pokok bahasan dalam penyampaian laporan pertanggungjawaban PPMI kota Jember adalah sinergisme antara PPMI dan LPM. Dian menyebutkan bahwa relasi antara PPMI dan LPM, idealnya bisa membentuk simbiosis mutualisme antara PPMI dan LPM. “Paradigma pers mahasiswa memang seharusnya selalu terjaga, bahwa PPMI adalah LPM, dan LPM adalah PPMI. Tidak ada keterpisahan antara keduanya,” ujar Dian saat menyampaikan pertanggungjawabannya.

Sejak awal hingga akhir kepengurusan, PPMI kota Jember periode 2012-2014 telah melewati banyak hal dalam menjalankan roda kepengurusan. Salah satunya adalah menyikapi mengenai keanggotaan LPM-LPM di PPMI kota Jember. Terdapat tujuh belas LPM yang terdaftar dalam keanggotaan PPMI kota Jember. Dua diantaranya, yaitu LPM Canninus dan LPM Freedom yang belum resmi menjadi anggota tetap dan masih dalam proses admisnistratif. Sementara satu LPM yang lain mengalami kevakuman hingga akhirnya hilang dalam kepengurusan, yaitu LPM Mitra.

Sementara itu, tantangan lain yang harus dihadapi adalah jumlah pengurus Badan Pengurus Kota (BPK) yang terus mengalami pengurangan hingga menyisakan tiga orang yang tetap bertahan. Dian menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut. Selain karena beberapa dari mereka telah tidak aktif lagi di LPM, pengurus yang didelegasikan oleh tiap LPM tersebut tengah dibutuhkan penuh oleh LPM-nya sendiri.

“Tapi kami melihat bahwa kebutuhan kami dalam kepengurusan, juga melihat seberapa sibuk dan butuhnya LPM itu membutuhkan anggotanya. Ketika LPM membutuhkan, dan kami memandang koordinasi bisa dilakukan oleh pengurus kota, maka kami persilahkan,” pungkas Dian.[]

 

Penulis: Siti Hanifa