Menggurat Visi Kerakyatan

Mahasiswa: Kenyamanan Ruang Kelas Lebih Utama

1.431

Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Jember (FS UJ) menginginkan kenyamanan di dalam ruang kelas lebih diperhatikan . “Aku lebih setuju kenyamanan kelas dulu yang didahulukan daripada pembangunan,” ungkap Fathorrahman Hidayat, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia FS UJ pada Minggu (27/3).

Pendapat tersebut merupakan tanggapan dari penjelasan Latifatul Izzah, Pembantu Dekan II FS UJ terkait sarana prasarana kelas yang minim. Jumlah ruang kelas yang sedikit dan besarnya dana yang harus dikeluarkan merupakan pangkal dari masalah tersebut.

Mahasiswa mempertanyakan kembali fungsi pembangunan yang sedang digalakkan birokrasi FS UJ. “Kalau di dalam kelas, kenyamanan di dalam kelas masih kurang. Itu sangat memprihatinkan, soalnya memang sastra dilihat dari luar itu kan ok, bagus, tapi di dalam kelas? Masih sangat-sangat kurang,” ujar Fathorrahman.

Fathorrahman juga menggambarkan keadaan ruang kelas di FS UJ yang kurang kondusif. Saat proses perkuliahan, alat presentasi berupa proyektor atau LCD nampak buram. Visual yang ditampilkan oleh kedua alat itu tidak jelas. Bahkan Fathorrahman juga menceritakan bahwa satu kelas hanya disediakan satu spidol. Dosen sering kebingungan ketika tinta spidol habis. “Dosen membutuhkan spidol, mereka kan hanya disediakan satu, yang disediakan pelayanan kelas hanya satu,” jelasnya.

Berbeda dengan Fathor, Irvan Muhlish Abdillah mahasiswa Program Studi Televisi dan Film (PSTF) FS UJ mengatakan bahwa fasilitas ruang kelas di FS UJ sudah cukup memadai. “Aku mahasiswa PSTF lebih banyak berkegiatan kuliahnya di gedung baru, Gedung Ki Hadjar Dewantara, dan fasilitasnya masih cukup memadai,” tutur Irvan. Kendati demikian, Irvan sempat mengeluhkan AC di ruang kelas yang tidak berfungsi.

“Ada dua AC tapi yang berfungsi biasanya cuma satu. Pernah macet atau apa, gak berfungsi sama sekali, jadi ya panas, pas kuliah biasanya pas jam sebelas sampai jam tiga itu keluhan banget, kipas-kipas di dalam kelas, jadi agak gak nyaman. Kurang efektif buat proses perkuliahan,” kata Irvan.

Melihat fasilitas ruang kelas yang kurang memadai, Irvan mengharapkan adanya perhatian yang lebih serius terhadap ruang perkuliahan agar kegiatan belajar mengajar bisa lebih efektif.

Senada dengan Irvan, Fathorrahman juga berharap agar sarana prasarana ruang kelas di FS UJ bisa lebih terpenuhi agar mahasiswa dan dosen merasa nyaman. “Harapannya fasilitas kelas lebih nyaman lagi untuk mahasiswa, bukan hanya pembangunan yang di luar,” pungkasnya. []