Menggurat Visi Kerakyatan

Mahasiswa, Dosen, dan Karyawan Sulit Cari Tempat Makan Pasca Penutupan Kantin

195

“Waktu kantinnya nggak ada, ya makannya di pinggir jalan,” kata Pramoedya Ardhi Krishnamurti, mahasiswa Sastra Inggris, pada Rabu (24/9). Krishna mengatakan hal tersebut terkait penutupan kantin Fakultas Sastra Universitas Jember (FS UJ).

Hal ini berawal dari adanya Surat Keputusan Dekan FS UJ pada pertengahan Mei lalu. Awalnya surat itu menginformasikan bahwa kantin sastra ditutup untuk sementara demi memperingati bulan puasa. Namun sampai saat ini kantin sastra belum juga dibuka kembali. Akibat penutupan kantin sastra disebut menyulitan mahasiswa dan dosen saat mencari tempat untuk makan.

Bob Hasan Bisri, Karyawan FS UJ, mengaku merasa kesulitan mencari makan selama kantin sastra ditutup. “Selama tidak ada kantin, kita makan harus keluar padahal jamnya lapar itu gak tentu atau gak mesti pada jam istirahat, apalagi kadang kita gak sarapan dari rumah. Gak usah bilang salahnya sendiri gak sarapan, itu bukan solusi,” ungkapnya.

Krishna juga menambahkan bahwa adanya kantin sastra tidak hanya sebagai tempat makan atau minum saja. Namun ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh mahasiswa atau dosen untuk saling sapa dan berdiskusi. Karena itu ia juga menyayangkan penutupan kantin sastra. “Banyak hal yang didapat ketika berdiskusi, ngopi, dan nongkrong di kantin,” jelas Krishna.

“Kalau gak ada kantin aku lihat temenku kayak kupu-kupu, kuliah pulang kuliah pulang. Dan untuk ngopi kita harus ke kantinnya fakultas tetangga, entah itu ekonomi (Fakultas Ekonomi), entah itu FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik),” ungkap Krishna.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ahmad Faiz Ali Perdana, mahasiswa Sastra Indonesia mengenai penutupan kantin sastra. Menurut Faiz pasca penutupan kantin sastra, mahasiswa hanya memiliki waktu istirahat yang sangat sedikit. “Merasa kurang enjoy saja. Pada waktu satu jam istirahat gitu ya, diantara waktu kuliah dan kuliah, kita ngopi itu harus di luar. Habis itu balik lagi ke kampus,” jelasnya.*