Menggurat Visi Kerakyatan

LPM Alpha Gelar PJTD Lapang di Glagahwero

86
Rabu-Jum’at (29-31/1), Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) lapang dilaksanakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Alpha, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) Universitas Jember (UJ). Pelatihan lapang tidak ditempatkan di area fakultas melainkan di Balai Desa Glagahwero, Kecamatan Panti, Jember. Tempat yang cukup jauh dari kawasan kampus, justru menciptakan suasana kekeluargaan.

Jumlah peserta 10 mahasiswa dan jumlah anggota Alpha 27. Tidak hanya peserta dan panitia yang hadir pada PJTD ini, beberapa rekan Pers Mahasiswa dari fakultas atau universitas lain turut datang dan menjadikan pelatihan semakin semarak. “Rasa solid terhadap saudara seperjuangan,” ungkap Diana Riasari, Litbang LPM Aktualita Universitas Muhammadiyah Jember, ketika ditanya kenapa turut datang untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran.

Sebelum PJTD lapang ini, para peserta sudah terlebih dahulu mengikuti materi ruang pekan lalu. Oleh karenanya pada fase lapang kali ini, pelatihan difokuskan pada kerja kaki dan hasil akhir yaitu membuat media. Pagi sampai siang hari waktu dihabiskan untuk mencari data di lapangan. Sedangkan pada malam harinya, para peserta disibukkan dengan kegiatan mengolah data. Kemudian pada hari terakhir karya para peserta yang telah berbentuk buletin devaluasi oleh panitia.

Lingkungan pelatihan sangat menarik untuk dieksplorasi, terlihat dari media yang dihasilkan peserta PJTD. Dari masing-masing media para peserta, terdapat beragam isu yang diangkat. Salah satu isu yang menarik ialah, pembahasan tentang agama, terdapat satu klenteng dengan mayoritas masyarakat sekitar beragama islam.

Kegiatan yang dekat dengan masyarakat pun menjadi sangat menarik. “Pendidikan yang dekat dengan masyarakat, akan mampu membuka rasa empati lebih kuat dan mengenali permasalahan di masyarakat secara lebih dekat,” diungkapkan Dian Teguh Wahyu Hidayat, Sekjen Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia Kota Jember (PPMI Jember).

Tempat yang dijadikan PJTD pun bukan gedung atau aula yang besar, akan tetapi panitia memanfaatkan kantor balai desa sebagai tempat pelatihan. “Biar dekat sama masyarakat,” ungkap Jauharin Insiyah Pemimpin umum Alpha. Selain karena tempat yang disinggahi dekat dengan masyarakat, alasan biaya sewa yang gratis juga menjadi alasan panitia memilih tempat tersebut, “Ini Gratis, budget kita kan minim jadi gak mungkin kita sewa-sewa tempat,” tambah Jauharin.[]

 

Penulis: Alifah Zaki Rodliyah
Editor: Dieqy Hasbi Widhana