Menggurat Visi Kerakyatan

Latifatul Izzah: 15 Dosen Sempat Minta Izin Untuk Membuka Kantin Sastra

114

Setelah ditutup lantaran dianggap tidak sesuai dengan prosedur yang ada, kantin sastra akan segera diganti dengan pujasera sastra. (Baca: Soal Penutupan Kantin Sastra, Ini Alasan PD II Fakultas Sastra Universitas Jember)

Namun dalam masa transisi itu kantin sastra memang diputuskan tidak dibuka kembali untuk sementara, sembari menunggu pujasera sastra selesai dibangun. Pembantu Dekan II Fakultas Sastra Universitas Jember (FS UJ), Latifatul Izzah juga menyampaikan alasan itu pada Ideas.id pada Rabu (24/09) kemarin.

Menurut Latifatul, pasca hengkangnya pengelola kantin pada pertengahan Juni lalu, banyak dosen yang ingin membuka kembali kantin sastra. Hal itu, menurut Latifatul, juga ditujukan untuk menunggu pembangunan pujasera sastra selesai. “Banyak yang kepingin daftar dari dosen-dosen. Nah sekarang ini Bu Iik kan jadi bingung,” jelasnya.

Tidak tanggung-tanggung, lanjut Latifatul, ada limabelas dosen yang melamar untuk membuka kembali kantin sastra.”Ada lima belas orang yang daftar untuk buka kantin,” kata Latifatul.

Namun Latifatul tidak langsung memberikan izin untuk membuka kantin tersebut. Alasannya, kata Latifatul, karena pihaknya tidak ingin membuat pihak dosen marah atau saling iri satu sama lain. “Lah kalau saya kasihkan satu, satunya nanti marah dan komplain. Kan serba repot,” tuturnya.

Kendati demikian, pihaknya sempat berpikir akan menyetujuhi izin untuk membuka kembali kantin sastra. Dengan pengecualian bahwa yang meminta izin tersebut bukan dari kalangan dosen. “Iya kalau ada temen-temen satpam, berani saya memutuskan satpam (untuk membuka kembali kantin sastra). Jadi saya bilang sudah berikan yang satpam daripada dosen,” ungkapnya.

Adapun pihak dosen yang disebutkan Latifatul, adalah dosen FS UJ dari beragam jurusan. “Nah ini dosen semua. Dosen Program Studi Televisi dan Film, Jurusan Sastra Inggris, dan  Jurusan Ilmu Sejarah. Oh Jurusan Sastra Indonesia juga ada dua dosen muda-muda itu,” kata Latifatul.

Akhirnya Latifatul hanya memberi jawaban pada para dosen itu agar bersabar sembari menunggu pembangunan pujasera sastra selesai. “Sudahlah sebentar lagi ada pujasera. Terus pujasera ini nanti sudah kita coba, kita fasilitasi nanti dosen-dosen itu,” tandasnya.

Sebelumnya, Latifatul tidak menyebutkan nama-nama dosen yang sempat meminta izin untuk membuka kantin sastra. Ia pun berharap agar mahasiswa mau menunggu lantaran pujasera sastra masih dalam tahap pembangunan. “Jadi saya gini, mandar anak-anak ini bisa tahan dulu, sabar sebentar untuk gak ada kantin,” kata Latifatul.*

 

Penulis: Kholid Rafsanjani