Menggurat Visi Kerakyatan

ISRE Ajak Caleg Jalin Komitmen Memberantas Korupsi dan Melidungi Hak Perempuan

45

Seiring berlangsungnya musim politik, terjalin keinginan dari masyarakat agar para anggota legislatif menghindari praktek korupsi dan diskriminasi terhadap hak perempuan. Institute for Sosial Research (ISRE) justru memanfaatkan momen menjelang pemilu ini untuk membela kaum perempuan yang kian termarjinalkan. Bertempat di Aula Prosalina Radio FM, Jumat (15/14), ISRE mengajak beberapa organisasi, LSM Perempuan, dan Calon Legislatif (Caleg) DPRD Pusat, Propinsi, maupun Kabupaten untuk menjalin komitmen memenuhi 10 tuntutan agenda politik.

Hadirnya seluruh Caleg untuk berkomitmen memperjuangkan sepuluh agenda politik perempuan, menjadi landasan diadakannya talkshow bertajuk ‘Gerakan Perempuan dalam Bulan Agenda Politik Perempuan Menuju Indonesia Beragam’ tersebut. Selama ini tak banyak anggota legislatif yang berani mempelajari lebih dalam dan memperjuangkan hak kaum perempuan. “Komitmen ini sangat penting karena sejak Indonesia merdeka, masih banyak hak-hak perempuan yang masih termarginalkan dan terdomestifikasi,” ungkap Erwin Nur Rifah, Direktur ISRE.

Jember sebagai kota dengan jumlah penderita buta huruf yang tinggi dan jumlah penyandang HIV AIDS terbesar, juga menjadi pembahasan tersendiri. “Tingkat buta huruf di Jember itu tinggi dan itu di derita oleh ibu-ibu yang usia produktif. Dan penderita HIV AIDS itu yang paling banyak di Jember, itu yang paling meresahkan,” tegas Erwin.

Lebih dari lima Caleg hadir dalam talkshow. Tidak hanya diskusi interaktif, sebelumnya para Caleg menyampaikan pandangannya terhadap sepuluh agenda politik. “Saya sangat mengapresiasi agenda ini. Saya, tanpa menjadi DPR pun, mempunyai komitmen karena memang saya konsen di permasalahan ini,” ujar Saiful Ansori, Caleg DPR-RI.

Saiful menegaskan bahwasannya perempuan juga memiliki hak yang sama dengan laki-laki, “Perempuan betul-betul ditempatkan pada posisinya. Yang artinya agar tidak ada perbedaan yang menyolok antara perempuan dan laki-laki,” tegasnya ketika di temui setelah talkshow.

Tidak hanya Saiful, Mohammad Rodli, Caleg dari partai PAN menganggap permasalahan pada perempuan adalah permasalahan yang luas. “Permasalahan perempuan sebagai masalah yang kompleks, dan harus ada penanganan,” ujar Rodli.

Penandatanganan sepuluh komitmen, menjadi penutup rangkaian acara. Semua Caleg yang hadir diberikan lembaran surat pernyataan yang tujuannya untuk diisi dan ditandangani. Isi sepuluh komitmen tersebut secara umum yaitu komitmen untuk memberantas korupsi, perlindungan atas kebebasan berkeyakinan dan beragama, serta pemenuhan terhadap hak kaum perempuan.[]

 

Penulis: Alifah Zaki Rodliyah
Editor: Dieqy Hasbi Widhana