Menggurat Visi Kerakyatan

Jember Himpun Donasi untuk Kasus Agraria di Kulon Progo

217

Ruang kolektif di Jember kembali hadir, kali ini kegiatan solidaritas digelar untuk membantu petani di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Mahasiswa, dosen, seniman, hingga penjual kopi keliling hadir dalam acara ini ikut berdonasi. Beberapa penampilan musik dan puisi dari mahasiswa dan pegiat seni di Jember meramaikan teras Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Jember, pada Jumat (27/7).

‘Pilih Nandur, Ora Mabur’ berarti pilih menanam, bukan terbang. Judul kegiatan ini merepresentasikan sikap pertani Temon yang menolak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Orang-orang yang ada pada acara ini hadir atas kesadaran pribadi yang sama, yakni ingin membantu petani yang sedang berjuang mempertahankan tanahnya. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Sadam Husaen, salah satu orang yang mau berkolektif untuk acara ini.

Ia menyampaikan bahwa kondisi penggusuran lahan petani semakin masif dan pembangunan bandara dipercepat. “Kita punya kesadaran yang sama bahwa penggusuran dan percepatan pembangunan ini tidak bisa dilaksanakan semena-mena oleh negara. Apalagi kalau menindas rakyat kecil,” ungkap Sadam. Pembangunan bandara NYIA ditarget akan selesai pada bulan April 2019 mendatang.

“Temen-temen ini kan kolektif ya, acara kolektif ya gak ada koordinator, karena kolektif itu muncul dari kesadaran personal masing-masing,” imbuhnya.

Tak hanya Jember, berbagai kota di Indonesia juga telah menyelenggarakan kegiatan penggalangan donasi untuk perjuangan petani Temon. Seperti, Surabaya, Malang, Cilacap, Bandung, Jakarta, Tangerang, Semarang, Karawang, Bojonegoro, Indralaya, Bandar Batang Jawa Tengah, Palembang, hingga Rappang Sulawesi Selatan.

“Temen-temen ada yang nyumbang uang, barang, penampilan, suara dan lain-lain. Syukur-syukur ada temen-temen yang mau sumbang tenaga disana kalo mau bantu warga,” kata Sadam.

Donasi yang diberikan dapat berupa sembako, uang, obat-obatan dan pakaian layak pakai. Donasi dibuka hingga Sabtu (28/7) malam. Hasil donasi sementara akan diletakkan di sekretariat Unit Kegiatan Pers Kampus Mahasiswa Tegal Boto.

Sadam berencana akan pergi ke Yogyakarta membawa barang hasil donasi yang terkumpul bersama teman-teman yang ada di Jember. “Rencananya akan ada teman-teman yang berangkat langsung ke Jogja untuk memberikan donasi ini. Doakan saja, kalau memang ada rezeki langsung berangkat ke sana,” ungkapnya.[]