Menggurat Visi Kerakyatan

Dua Kali Input PKL, Mahasiswa Sastra Indonesia Belum Dapatkan Kejelasan Teknis Pelaksanaan

178

Februari 2020, mahasiswa sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB Unej) angkatan 2018 menginput mata kuliah Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada semester empat. Namun PKL tersebut tidak terlaksana. Akibatnya pada semester enam mahasiswa kembali menginput PKL pada Kartu Rencana Studi (KRS). Hingga saat ini (04/04) belum ada kejelasan mengenai teknis maupun pelaksanaan PKL.

Viona Aprilia Damayanti, salah satu mahasiswa sastra Indonesia FIB Uej angkatan 2018 mengungkapkan kegiatan PKL pada semester empat lalu sudah direncanakan akan ke Yogyakarta namun tertunda karena corona virus disease (covid-19). “Karena pandemi jadi katanya keputusannya ditunda dulu sampai keadaan membaik,” ujar Viona pada Senin (29/03).

Karena penundaan kegiatan PKL di semester lalu, mahasiswa menempuh PKL kembali pada semester enam. “Saat mau semester enam ini, kami kembali baca panduan. Ternyata PKL itu jadi syarat kelulusan,” ucap Viona.

Menurut penjelasan Viona, sebelum mengambil PKL di semester enam, ketua tim PKL mahasiswa angkatan 2018 telah bertanya kepada Dosen Pembimbing Akademik (DPA) serta telah berdiskusi dengan Kepala Jurusan (Kajur). “Karena katanya sudah diskusi sama kajur juga, jadi ya kami nurut aja,” ungkap Viona.

Namun Viona mengungkapkan bahwa setelah menghubungi dosen pembimbing, mahasiswa tetap tidak mendapat kepastian menganai kapan PKL dilaksanakan. “Dua pembimbing yang ditanyai sama-sama tidak memberi kepastian,” tuturnya.

Saat menanyakan perihal teknis PKL pada salah satu dosen pembimbing, mahasiswa memperoleh informasi bahwa PKL ini akan berbentuk magang. “Katanya PKL-nya akan berbentuk seperti magang. Tapi magang yang seperti apa juga belum tahu,” tuturnya.

Viona berharap agar segera mendapatkan kejelasan serta kepastian dari kegiatan PKL karena sebentar lagi mahasiswa 2018 akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). “Kalau memang dilanjutkan, kami pengennya sih segera diberi kabar kepastian seperti apa PKL-nya,” tuturnya.

Perihal PKL ini, Kepala Jurusan Sastra Indonesia FIB Unej Agustina Dewi menyatakan bahwa pelaksanaan PKL untuk tahun ini akan melakukan semacam riset.  “Entah nanti modelnya penelitian bahasa dengan folklornya atau dengan apa ya istilahnya. Yang jelas model riset kecil-kecilan,” ujarnya pada (29/03). Folklor merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mengulas serta membahas mengenai kebudayaan.

Dewi menambahkan pelaksanaan PKL tahun ini dilakukan secara online. Mengingat pihak kampus belum mengeluarkan surat untuk pencabutan sistem online menjadi offline. Kecuali untuk kegiatan laboratorium kampus memperbolehkan offline. “Tetap online, kecuali lab. Kalau lab baru boleh offline. Karena kami konsepnya bukan lab jadi ya nggak boleh,” ucapnya.

Mengenai penyelenggaraan Dewi berujar PKL nantinya akan secara serentak. Baik bagi mahasiswa yang menempuh di semester empat maupun di semester enam. Kegiatan PKL rencananya akan berlangsung setelah lebaran, serta pengumpulan hasil riset ketika Ulangan Akhir Semester (UAS). “Jadi nanti kemungkinan setelah lebaran dilaksanakan, nanti pada saat UAS ya dikumpulkan begitu,” ujar Dewi.

Konsep kegiatan PKL yang belum tersampaikan pada mahasiswa menurut Dewi karena masih harus berkoordinasi lagi dengan dosen pembimbing PKL. “Ini kemungkinan masih di dosen pembimbing lapangannya, jadi saya masih koordinasi dengan dosen pengampunya,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa penyampaian konsep pembekalan kegiatan PKL akan disampaikan melalui satu atau dua kali pembekalan. “Saya sampaikan kalau konsepnya dari jurusan seperti itu. Teknis pelaksanaannya hanya butuh semacam pembekalan satu atau dua kali begitu nanti konsepnya,” tuturnya.

Dewi memastikan jika kegiatan PKL ini tetap terlaksana dan menunggu tanggal pasti untuk pelaksanaannya.  “Iya pasti dilaksanakan, kalau tidak ini nanti mahasiswa yang akan menempuh skripsi nanti yang akan kesulitan,” ujarnya.[]