Menggurat Visi Kerakyatan

Bantuan Tak Kunjung Sampai, BAKA Beri Penjelasan

632

Pada Kamis (2/4) Universitas Jember (UJ) mengeluarkan pengumuman bantuan paket data internet senilai Rp 50.000,00/per bulan bagi mahasiswa yang membutuhkan pada saluran telegram milik UJ. UJ menyalurkan bantuan paket data internet melalui provider/operator Telkomsel dan Indosat. Bantuan paket data internet ini diberikan kepada mahasiswa jenjang S1 dan Diploma dari bulan April hingga Juni 2020.

Ketentuan yang berlaku bagi mahasiswa untuk memperoleh bantuan tersebut adalah mahasiswa dengan jenjang S1 dan Diploma yang aktif mengikuti kuliah di semester genap tahun akademik 2019/2020. Mahasiswa yang membutuhkan paket data internet juga harus mendaftarkan diri melalui pengguna Sistem Informasi Terpadu (Sister) masing-masing pada menu event yang hanya dapat diakses melalui Sister web dengan mencantumkan nomor handphone dan jenis provider.

Selanjutnya pada Kamis (9/4) UJ mengeluarkan surat pengumuman pada saluran telegram yang menjelaskan langkah-langkah mahasiswa untuk mengisi pendaftaran bantuan paket data internet. Dalam surat itu dijelaskan bahwa untuk menindaklanjuti Surat Edaran Rektor Nomor 5836/UN25/SP/2020 tanggal 8 April tentang bantuan sarana pembelajaran daring bagi mahasiswa jenjang S1 dan Diploma, bantuan yang pada awalnya berupa uang diganti dalam bentuk paket data internet. Mahasiswa wajib mendaftarkan kembali dirinya pada menu event di Sister masing-masing. Mahasiswa yang sebelumya telah mendaftar, wajib mendaftarkan kembali dengan menyertakan nomor rekening atas nama pribadi, bukan rekening orang lain, serta mencantumkan nama bank. Lalu mahasiswa wajib mengganti kata sandi pada saat log in di Sister untuk menjaga keamanan. Mahasiswa juga mengisi nomor rekening  dengan benar. Langkah selanjutnya, mahasiswa mengisi atau memperbarui nomor handphone dan nomor induk kependudukan.

Pada Sabtu (16/5) UJ kembali mengeluarkan pengumuman pada saluran telegram untuk menyusuli surat Rektor Nomor 5836/UN25/SP/2020 tanggal 8 April 2020 perihal Bantuan Sarana Pembelajaran Daring Bagi Mahasiswa Jenjang diploma dan S1 serta memperhatikan Surat Dirjen Pendidikan Tinggi Nomor 331/E.E2/KM/2020 tanggal 6 April 2020 perihal Bantuan Sarana Pembelajaran Daring kepada Mahasiswa. Pesan pengumuman itu menerangkan bahwa bantuan yang diberikan kepada mahasiswa berupa uang dengan jumlah Rp 50.000,00/per bulan pada tahap 1 akan diganti dalam bentuk paket data internet.

Fithriyatin Nur Aisy Ramadhaniyah, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) jurusan Sastra Indonesia (Sasindo) UJ, mendaftarkan dirinya setelah mengetahui adanya bantuan data internet. Fithriyatin menuturkan bahwa setelah dia mendaftarkan dan mengisi ketentuan yang berlaku, dirinya tidak memperoleh bantuan paket data internet. “Aku udah daftar juga tiap ada pengumuman kalo lagi buka pendaftaran itu. Tapi belum dapet sampe sekarang,” kata Fithriyatin pada Senin (3/8).

Fithriyatin juga mengaku bahwa dirinya membutuhkan bantuan kuota internet karena kondisi ekonominya yang sedang menurun. “Karena emang ekonomi lagi down jadi butuh bantuan,” kata Fithriyatin.

Fithriyatin mengetahui adanya bantuan kuota internet ini dari Sister UJ. Dia selalu melakukan pengecekan ulang terkait perolehan bantuan kuota dan rutin mendaftarkan dirinya setiap ada pengumuman bantuan kuota yang diberikan oleh UJ. Namun hingga saat ini Fithriyatin tidak memperoleh bantuan apapun. “Iya, tapi aku belum dapet semuanya,” kata Fithriyatin.

Menurut Fithriyatin bantuan yang diberikan kepada seluruh mahasiswa UJ membutuhkan proses yang lama sehingga mengakibatkan dirinya tidak langsung memperoleh bantuan tersebut. “Karena emang jumlahnya banyak jadi prosesnya juga lama. Aku ini masih nunggu semoga aja pemikiran positifku bener. Kemaren sempet mikir kalo ga bakal dapet tapi kan aku udah daftar jadi aku coba buat mikir kalo bantuan itu masih dalam proses,” kata Fithriyatin.

Berbeda dengan Fithriyatin, Nadia Isha Hani, mahasiswa FIB jurusan Sasindo UJ angkatan 2018 ini memperoleh bantuan paket data internet. Nadia menuturkan bahwa dirinya juga mendaftarkan diri setiap ada bantuan yang dikeluarkan oleh UJ. Terhitung ada 3 tahap, Nadia telah mendaftarkan dan mengisi setiap persyaratan yang dibutuhkan. Namun dirinya hanya memperoleh 2 kali bantuan yang dikeluarkan oleh UJ, pada tahap pertama dan tahap ketiga. “Saya mendapat bantuan pada tahap 1 berupa uang dan juga pada tahap 3 berupa kuota internet sedangkan bantuan tahap 2 saya tidak mendapat apa-apa,” kata Nadia pada Minggu (9/8).

Nadia mengaku bahwa dirinya mendapatkan bantuan pada tahap 1 berupa uang dengan nominal Rp 50.000,00 dan pada tahap 2 dia mendapatkan bantuan berupa paket data internet senilai 10 giga byte (gb). Untuk nomor rekening, Nadia menggunakan Bank Negara Indonesia (BNI) dan untuk provider, Nadia menggunakan Telkomsel. “Bantuan pertama berupa uang 50 ribu. Sedangkan yang berupa kuota sejumlah 10 gb,” kata Nadia.

Menurut Nadia bantuan ini cukup membantu dirinya menjalankan aktivitas perkuliahan. Nadia menganggap, dengan UJ mengeluarkan bantuan untuk mahasiswa itu sudah membantu walau masih kurang. Karena Nadia masih membutuhkan paket data internet tambahan untuk mengikuti aktivitas perkuliahannya. “Menurut saya sudah cukup membantu daripada tidak ada bantuan sama sekali, tapi kalo dibilang kurang iya masih kurang. Jumlah paket data yang didapat dari bantuan UNEJ ini hanya 10 gb jika dihitung-hitung dengan tugas kuliah yang menuntut semua menggunakan internet itu jauh dari kata cukup. Iya saya masih beli kuota lagi,” kata Nadia.

Nadia berharap UJ bisa mengeluarkan bantuan kepada seluruh mahasiswa dengan tanpa kedala apapun. Seperti meratanya bantuan yang diberikan khususnya bagi mahasiswa yang sudah mendaftar. Dia juga berharap pada semester berikutnya UJ memperbaiki kinerja untuk mempersiapkan kuliah online. “Ya semoga saja bantuan seperti ini lancar dan menyeluruh diberikan kepada mahasiswa yang membutuhkan. Untuk sistem perkuliahan daring semoga pihak kampus memberbaiki semua kinerjanya agar semester ini berjalan lebih lancar,” kata Nadia.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumnni (BAKA) UJ, Ninik Kusbandini, menjelaskan bahwa kebanyakan mahasiswa keliru dalam pengisian ketentuan yang diberikan pada saat pendaftaran bantuan. Akibatnya data mahasiswa tidak bisa di-inject. Menurut Ninik inject adalah proses memasukkan dana atau pulsa pada data yang mahasiswa cantumkan. “Data-data yang sudah kita minta ke mahasiswa untuk update banyak yang tidak betul, artinya kalau kita mau inject di nomernya itu nggak bisa, memang ada beberapa yang kembali nggak bisa di-inject.” kata Ninik pada Senin (7/7).

Menurut Ninik apabila mahasiswa sudah melakukan prosedur ketentuan yang diberikan dengan benar maka proses akan berjalan dengan benar. ”Mahasiswa memberikan data secara jelas saya kira nggak ada masalah,” kata Ninik.

Kekeliruan yang menyebabkan lambatnya proses pengiriman bantuan kepada mahasiswa adalah seperti mahasiswa menggunakan nomer telepon yang sudah tidak aktif dan mahasiswa menggunakan nomor orang tua. “Ada yang nomernya itu pake nomernya orang tua, ada yang nomernya nggak aktif,” kata Ninik.

Mahasiswa juga menuliskan alamat yang tertera tidak jelas, karena bantuan yang dikirim pada alamat tidak bisa terkirim. “Dan ternyata alamatnya tidak jelas sehingga ada beberapa yang kembali,” kata Ninik.

Mulanya pada periode bantuan pertama, UJ akan memberikan bantuan berupa paket data internet. Sesuai dengan pesan pengumuman pada telegram. Menurut Ninik itu akan membutuhkan proses yang lama. Akhirnya bantuan yang diberikan berupa uang. Namun kendala masih tetap ada. Nomor rekening yang mahasiswa daftarkan tidak benar. “Kita mikir, mau dikasihkan paket data, kita harus kontrak dengan provider. Dan ini perlu waktu yang panjang. Akhirnya diputuskan, akhirnya diberi bantuan berupa uang. Nomer rekeningnya banyak yang tidak valid sehingga tidak bisa terkirim,” kata Ninik.

Pada periode kedua, UJ memberikan bantuan berupa paket data internet. Mahasiswa yang tidak memperoleh bantuan pada periode pertama, menurut Ninik akan diikutkan pada periode selanjutnya. “Dikirim uang kan nggak bisa. Akhirnya kita kirim solusi diganti paket data. Akhirnya paket data diikutkan periode kedua. Jadikan satu. Jadi yang uang tidak bisa dimasukan, dibuatlah periode ke dua,” kata Ninik.

Bantuan yang UJ berikan pada mahasiswa memang berubah. Menurut Ninik, dalam mengambil keputusan pemberian bantuan dalam bentuk paket data internet, UJ mempertimbangkan beberapa hal dengan waktu yang singkat. Seperti harus kontrak dengan provider yang dituju. Akhirnya, bantuan yang sebelumnya berupa paket data internet dialihkan dalam bentuk uang. Namun, mahasiswa memasukkan nomor rekening yang tidak valid sehingga bantuan tidak bisa dikirim. Uang yang telah dipersiapkan sudah masuk di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Akibatnya uang tidak bisa ditarik kembali. “Sementara uang sudah masuk di KPPN tidak bisa ditarik kembali,” kata Ninik.

Atas perubahan bantuan tersebut, menurut Ninik UJ selalu memberikan pengumuman yang berisi data yang diperlukan mahasiswa untuk mendaftarkan diri. Namun, mahasiswa kembali mengisi data yang dibutuhkan secara tidak benar. Menyebabkan data yang masuk tidak bisa dijangkau. “Akhirnya kita buka lagi pengumuman kita minta nomer hape. Yang pertama kan rekenig, yang kedua nomer hape. Kita buka lagi, nah mereka yang uang tadi itu nggak bisa. Kita inject lewat nomer hape.  Ternyata nomer hape pun nggak valid, akhirnya banyak yang ga bisa di-inject,” kata Ninik.

Untuk jumlah besar bantuan yang diberikan kepada mahasiswa memang tidak sama. Namun menurut Ninik antara uang dan paket data internet, keduanya bernilai Rp 50.000,00. “Nah itu kenapa kok beda-beda, terus nilainya juga beda-beda, karena nilainya beda-beda itu sama-sama besaran uang limapuluh, masing-masing provider itu harganya kan beda,” kata Ninik.

Penegasan Ninik terhadap mahsiswa yang tidak memperoleh bantuan adalah mahasiswa tidak memasukkan data dengan benar. Dan UJ hanya memberikan bantuan kepada mahasiswa yang membutuhkan saja “Kita sudah berkali-kali umumkan coba diupdate datanya, pengumumannya sudah jelas itu, setiap periode itu kita buka lagi, daftar, daftar, di situ kan ada bagi yang membutuhkan?” kata Ninik.

Menurut Ninik, UJ menyediakan kuota pendaftar sebanyak mahasiswa yang melakukan pendaftaran dan mahasiswa yang membutuhkan bantuan paket data internet. “Kan pendaftar itu? bagi yang membutuhkan, ya. Walaupun mahasiswa yang membutuhkan cuma limaratus ya ya kita beri. Pengumumannya juga jelas, bagi yang membutuhkan, lek nggak butuh mosok dikasih,” kata Ninik.

Penulis : Alvia Warda

Editor : Alit Wahyuni