Menggurat Visi Kerakyatan

Aliansi Mahasiswa Jember: Hentikan Pembodohan Terkait Pengalihan Subsidi

Dikatakan, pengalihan subsidi BBM tak lain merupakan pembodohan kepada masyarakat.

79

Aksi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Jember yang di dalamnya terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Komite Sentral Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (KS GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) diwarnai dengan aksi saling dorong dengan aparat kepolisian yang sedang berjaga.

Aksi saling dorong itu terjadi ketika para mahasiswa tersebut memaksa masuk ke dalam gedung DPRD Kabupaten Jember. “Biarkan kami masuk Pak, ini rumah kami. Kami ingin tahu sikap politik wakil rakyat kami,” teriak Ferio, salah satu  peserta aksi yang juga Ketua Cabang PMII Kota Jember.

Selain aksi saling dorong, beberapa lemparan gelas minuman kemasan juga menghiasi jalannya aksi. Para peserta aksi memaksa masuk dan menemui perwakilan dari DPRD Kabupaten Jember untuk menyuarkan aspirasi mereka. Karena mereka menganggap bahwa selama ini tidak ada transparansi tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dari pemerintahan.

“Pertama kami menolak kenaikan harga BBM seperti itu mas, yang kedua kami meminta pemerintah untuk memperbaiki tata kelola anggaran kita dan dilakukan secara transparan,” ungkap Kunto, koordinator dalam aksi tersebut.

Selain mendesak pemerintah untuk membenahi tata kelola anggaran secara transparan, Kunto mengatakan bahwa pemerintah juga harus berhenti untuk membodohi rakyat. “Yang paling penting menjadi pokok dalam aksi kita adalah, kami meminta pemerintah untuk menghentikan pencitraan dan menghentikan pembodohan terkait pengalihan subsidi ke sektor lain. Itu saya kira pembodohan yang luar biasa.” Tuturnya.[]