Aksi Amarah Masyarakat Jember: Kapolres Jember Tolak Tanda Tangani Tuntutan Copot Kapolri
Reporter: Ichwan Widiyanata P.
Editor: Sandi Bima Seta
Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Amarah Masyarakat Jember (AMJ) menggelar aksi unjuk rasa di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Jember, Sabtu (30/8). Aksi dimulai pukul 11.00 WIB dengan titik kumpul di Double Way Universitas Jember, kemudian dilanjutkan dengan long march menuju Mapolres sambil membawa spanduk dan secara bergantian menyuarakan tuntutan.
Abdul Aziz Al Fazri, koordinator lapangan (korlap) aksi, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap tindakan represif aparat kepolisian yang dianggap menyimpang dari amanat hukum. “Aparat seharusnya menjadi pelindung masyarakat, bukan justru bertindak sewenang-wenang,” tegasnya.
Terdapat lima poin tuntutan utama dalam aksi unjuk rasa tersebut. Pertama, bebaskan seluruh massa aksi yang saat ini ditahan. Kedua, usut tuntas dan adili seluruh aparat yang terlibat dalam tindakan kekerasan, mulai dari pelaku di lapangan hingga aktor di baliknya. Ketiga, mendesak evaluasi menyeluruh terhadap institusi Kepolisian RI. Keempat, menuntut pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo karena dinilai gagal mengubah wajah represif kepolisian. Kelima, mereka meminta Presiden dan DPR segera mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.
Setibanya di Mapolres Jember, para demonstran mendesak agar Kapolres Jember, AKBP Bobby Adimas Candra Putra, hadir di tengah massa untuk menandatangani Press Release yang telah disiapkan. Ketegangan sempat terjadi ketika Kapolres Jember, AKBP Bobby Adimas Candra Putra, menolak menyetujui tuntutan pencopotan Kapolri dengan alasan hal tersebut di luar kewenangannya. “Tuntutan nomor empat berada di luar kemampuan kami,” ujar Bobby kepada massa aksi.
Pernyataan itu menuai protes dari para demonstran. Abdul mengecam Kapolres Jember yang dinilai lebih mementingkan karir daripada keberpihakan pada rakyat. “Hari ini kita bisa menilai bahwasanya Kapolres Jember takut menandatangani satu tuntutan, yaitu pencopotan Kapolri dikarenakan jabatannya, dan juga ini berarti Polres jember akan terus mendukung bentuk bentuk represifitas yang dilakukan Kapolri ataupun instansi kepolisian.” tegasnya.
Sekitar pukul 16.00 WIB, massa memilih mundur setelah empat dari lima tuntutan diterima dan ditandatangani pihak kepolisian. Meski satu poin ditolak, demonstran menyatakan akan terus mengawal perjuangan hingga seluruh tuntutan dikabulkan dalam aksi-aksi berikutnya.