Menggurat Visi Kerakyatan

Terkendala saat Pemutihan Presensi, Akademik FIB: Kesalahannya di Mahasiswa

Editor: Khuzaimatus Sholihah

344

Sejak Universitas Jember (Unej) memberlakukan presensi geolocation tahun 2021, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unej sering mengalami kendala presensi. Salah satu kendalanya ialah presensi yang tidak terekam. Pihak akademik FIB Unej telah menyediakan layanan pemutihan presensi. Mahasiswa yang terkendala melakukan presensi dapat mengisi link g-form (google formulir) pemutihan. Namun, mahasiswa masih mengeluhkan layanan pemutihan yang belum maksimal.

Ulfatain Nafah Zain GH, mahasiswa Sastra Indonesia FIB Unej, mengungkapkan kendalanya saat melakukan pemutihan. Ia tidak mengetahui bahwa ada link g-form pemutihan baru untuk melakukan pemutihan. Ketidaktahuannya membuat ia tetap menggunakan link g-form pemutihan yang lama. “Sudah pakai link yang lama, aku coba lima kali, tapi gak ada respon sama sekali dan presensiku tetap alpha. Jadi, aku chatlah Pak Hasan dan dikasih link yang baru,” ujarnya pada Sabtu (23/4).

Adanya link g-form pemutihan yang baru, mengharuskan mahasiswa untuk mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak akademik dengan mengirim pesan melalui WhatsApp. Hal ini agar pemutihan dapat dilakukan dengan cepat. “Kalau aku lihat secara sistem sama dengan yang dulu, isi nama, NIM. Tapi presensi tetap gak berubah kecuali kita ngechat Pak Hasan, baru berubah, gitu,” tutur Nafah.

Pihak akademik, Hasan Bisri, menanggapi permasalahan mengenai pemutihan presensi ini. Ia menuturkan bahwa kendala dari pemutihan presensi ada pada kelengkapan persyaratan yang harus diisikan oleh mahasiswa pada link g-form pemutihan yang telah disediakan. “Yang jadi kendala ketika mahasiswa tidak mencantumkan kapan pelaksanaan perkuliahannya itu, sehingga kita tidak tahu. Kendala lain, mahasiswa mengirimkan screenshot bukti izin pemutihan yang tidak sesuai. Sehingga tidak mungkin kita proses,” ujarnya pada Kamis (21/4).

Selain itu, Hasan juga mengatakan bahwa mahasiswa hanya mengirimkan pesan kepada akademik tanpa mengisi link g-form pemutihan terlebih dahulu. Sehingga tidak ada bukti screenshot persetujuan pemutihan dari dosen pengampu mata kuliah. “Tanpa adanya persetujuan dari dosen, kami tidak bisa proses karena kita harus kirimkan melalui Sister (Sistem Informasi Terpadu) sebagai bukti kehadiran,” pungkasnya.

Hasan kemudian memaparkan bahwa proses pemutihan sangat mudah dan sudah tertera di website FIB Unej. Mahasiswa harus mengisi syarat-syarat yang tertera pada link g-form pemutihan. “Prosesnya sangat mudah. Di web kan sudah ada semua, ada bagian pelayanan online untuk pemutihan mahasiswa. Kami sudah memberikan rambu-rambunya (syarat-syarat), yaitu kapan pelaksanaan perkuliahannya, hari apa, tanggal berapa, mata kuliahnya apa, kemudian ada screenshot persetujuan dari dosen,” jelasnya.

Terkait dengan waktu yang dibutuhkan dalam proses pemutihan, Hasan mengungkapkan bahwa proses pemutihan sangat cepat dilakukan. Mahasiswa yang mengisi link g-form pemutihan pada hari dan jam kerja akan langsung diproses oleh akademik. “Sangat-sangat cepat sebenarnya. Ketika sudah mengisi g-form dengan bukti yang lengkap, jam itu juga akan kita proses,” tuturnya.

Hasan juga mengungkapkan bahwa proses pemutihan ini berdampak baik untuk membantu mahasiswa yang terkendala presensi. Mengingat syarat untuk mengikuti ujian akhir semester, persentase presensi tidak kurang dari 75%.  “Pelayanan pemutihan ini kan membantu mahasiswa, karena kalau presensi kurang dari 75% tidak bisa ikut ujian. Selama proses itu, sistem tidak ditutup oleh UPTTI (Unit Pelaksana Teknis Teknologi dan Informasi), kami proses semuanya. Ketika sudah menjelang akhir semester, sistem sudah ditutup,” ujarnya.

Di akhir, Hasan berpesan bahwa pelayanan pemutihan masih dibuka sampai sebelum ujian akhir semester dilaksanakan. Ia juga menambahkan bahwa pemutihan presensi untuk waktu-waktu yang telah terlewat masih dapat diproses oleh akademik. “Jadi mohon disampaikan kepada temen-temen untuk pelayanannya sebelum ujian semester itu akan kita layani. Walaupun perkuliahannya bulan Maret, sekarang sudah bulan April, itu akan tetap kita proses,” tutupnya []