Menggurat Visi Kerakyatan

Pujasera Sastra Ditaksir Akan Habiskan Biaya 89 Juta

104

Sebagai pengganti kantin sastra yang telah ditutup pada pertengahan Juni lalu, Fakultas Sastra Universitas Jember (FS UJ) akan segera mengupayakan pembangunan pujasera sastra. Tidak tanggung-tanggung, Pembantu Dekan II FS UJ, Latifatul Izzah menaksir dana pembangunan pujasera sastra akan menghabiskan biaya senilai 89 juta rupiah.

Hal ini disinggung Latifatul saat diwawancarai oleh Ideas.id pada Rabu (24/09) kemarin. “Saya menginginkan 3 ruangan, itu dalam bentuk rumah-rumah kecil, ada jendelanya kecil. Itu saja 89 juta,” ungkap Latifatul.

Meski sudah mempunyai taksiran biaya pembangunan, namun Latifatul belum bisa memastikan bagaimana model rancang bangun pujasera sastra yang akan dibangun. Hanya saja, tutur Latifatul, secara sekilas ia memiliki angan-angan terkait model rancang bangun pujasera sastra.

“Saya inginnya kayak di pujasera SMP 2 Jember. Saya nanti minta lantainya keramik,” kata Latifatul.

Selain itu satu aspek yang menurut Latifatul menjadi prioritas adalah kenyamanan sivitas akademik, saat berada di pujasera sastra nantinya. “Terus kemudian nanti saya kasih tempat duduk, supaya anak-anak itu nyaman,” kata Latifatul.

Berdasarkan pantauan tim Ideas.id saat ini proses pembangunan pujasera sastra masih dalam tahap pengukuran lahan dan pemberian patok tanah. Selain itu, beberapa cabang pohon di area lapangan Tambak Udang FS UJ, akhirnya dipangkas habis.

Sementara itu Latifatul menambahkan bahwa pihaknya telah mengusahakan kerjasama dengan sponsor sebelum pembangunan disetujui oleh universitas. Tapi hasilnya nihil, pihak sponsor tidak memberikan izin kerjasama. Semua dana pembangunan menurutnya murni dari dana fakultas.

Kondisi yang demikian, kata Latifatul akan berdampak pada lamanya pembangunan dan menyebabkan mahasiswa dan dosen kesulitan mencari ruang bertemu seperti kantin, “Sabar dulu lah anak-anak itu sambil saya nge-push jalan ke sana itu,” tambahnya.*

 

Penulis: Alifah Zaki Rodliyah