Menggurat Visi Kerakyatan

PK2 Universitas Jember kerjasama dengan SECABA

209

Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) Universitas Jember (UJ) akan berlangsung selama seminggu dimulai pada hari ini. Acara tersebut bekerjasama dengan Pihak Sekolah Calon Bintara (SECABA) Jember. Kerjasama itu didasari atas pertemuan rektor se-Indonesia yang menghasilkan materi pembentukan karakter pada mahasiswa baru.

“Jadi gini, itu kan hasil pertemuan semua rektor se-Indonesia yang diundang oleh Markas Besar Angkatan Darat. Kita melihat ada beberapa value dari character building yang memang mereka punyai kemampuannya. Maka kami perlu kerjasama dengan pihak SECABA,” ujar Rektor UJ, Moh. Hasan ketika ditemui setelah upacara Pembukaan PK2.

Hasan juga mengungkapkan bahwa pihak universitas juga berharap para mahasiswa baru diberi wawasan lebih tentang kebangsaan agar para mahasiswa menjadi pribadi yang berkarakter dan mencintai negaranya. “Saya berharap karakter nanti bisa dibangun lah,” tambahnya.

Dalam upacara itu, turut hadir Mayor Infantri Sarwo Supriono dari SECABA Jember yang akan membimbing para mahasiswa baru. Menurut Sarwo apa yang akan diberikan pihak SECABA kepada para mahasiswa baru UJ adalah pelatihan-pelatihan yang akan membentuk kedisiplinan.

“Kita awali dengan materi wawasan kebangsaan, lalu yang kedua materi Panduan Baris-Berbaris itu kita gunakan untuk melatih disiplin. Selanjutnya adalah outbond untuk melatih keberanian, percaya diri dan jiwa korsa,” ujar Sarwo seusai upacara.

Pembentukan karakter dan kedisiplinan mahasiswa baru UJ nantinya akan dilakukan di markas SECABA Jember secara bergiliran tiap fakultas. Tapi menurut Sarwo tidak ada indikasi militerisme dalam pemberian materi itu.

“Untuk diketahui bahwa tidak ada militerisme, tapi kita menanamkan kedisiplinan. Jangan disamakan kekerasan identik dengan militer. Tidak semua disiplin dibentuk dengan kekerasan,” lanjut Sarwo.

Kerjasama UJ dengan SECABA ini diharapkan bisa memberikan kesan yang positif pada para mahasiswa baru. Agar para mahasiswa baru paham bagaimana mereka mengambil posisi. “Yang harus diketahui oleh mereka adalah dimana posisi mereka, sebagai mahasiswa, aset negara dan generasi penerus,” tutup Sarwo.