Menggurat Visi Kerakyatan

Pementasan Drama A Midsummer Night’s Dream dihadiri lebih dari 700 penonton

173

Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Jember (FS UJ) Jurusan Sastra Inggris angkatan 2013, khususnya konsentrasi sastra, mengadakan pementasan drama A Midsummer Night’s Dream karya William Shakespeare di Gedung Soetardjo UJ pada Rabu (18/5). Pementasan yang merupakan matakuliah teater II ini juga bertepatan dengan purna tugas Meilia Adiana, salah satu dosen Sastra Inggris FS UJ.

Sebelum pementasan drama dimulai, acara dibuka dengan penampilan musik dari Dewan Kesenian Kampus (DKK), Band Atlas, The Penkors, serta dance performance dari mahasiswa Sastra Inggris. Acara pembukaan yang didedikasikan untuk Meilia, diakhiri dengan pembacaan puisi oleh dosen-dosen Sastra Inggris. “Bu Mei itu dosen sepuh. Acara ini bertepatan dengan hari terakhir mengajarnya Bu Mei, jadi dosen-dosen juga antusias,” ungkap Dewi Anggraini Pramono sebagai ketua panitia acara pementasan drama A Midsummer Night’s Dream.

Pementasan drama ini dihadiri oleh Pembantu Dekan III (PD III) FS UJ, Ketua Jurusan (Kajur) Sastra Inggris FS UJ, dosen-dosen Sastra Inggris FS UJ, serta lebih dari 700 penonton. Acara yang sukses mendapatkan banyak penonton, menurut Dewi adalah hasil dari kesatuan tim dalam menyebarluaskan informasi. “Sebenarnya kami kurang, seperti pamflet, baliho, tapi di media sosial dan kenalan-kenalan kita kan banyak, juga setor-setor tiket di kafe-kafe jadi ya seperti ini,” ungkap Dewi

Dewi juga menceritakan bahwa drama yang dipersiapkan selama satu semester ini menghabiskan dana yang cukup besar. “Dana yang dihabiskan untuk drama ini hampir dua puluhan juta. Jadi kostum artis itu kita buat sendiri, juga untuk lighting dan sound, abis itu properti terus nyewa rigging, buat konsumsi teman-teman yang bantuin juga,” kata Dewi.

Supiastutik, Kajur Sastra Inggris merasa puas dengan diadakannya pementasan drama ini. Ia mengungkapkan bahwa mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2013 telah bekerja keras dan sangat kreatif. Meski demikian, Supik sedikit kecewa karena dengan kesibukan mengadakan pementasan tersebut, lomba mahasiswa berprestasi (mawapres) telah diabaikan. “Kebetulan tahun ini yang berpotensi ikut mawapres, menjadi pemeran utama dalam drama. Sebetulnya agak kecewa, tapi ya hasilnya memuaskan,” jelas supik.

Supik berharap untuk tahun selanjutnya mahasiswa Sastra Inggris dapat membagi waktu antara kegiatan drama dengan lomba mawapres. “Tahun depan mudah-mudahan bisa dibagi yang mawapres ikut, yang drama juga tetap ikut,” tambah supik.

Para pemeran utama di drama A Midsummer Night’s Dream. (Foto: Winda/IDEAS)
Para pemeran utama di drama A Midsummer Night’s Dream. (Foto: Winda/IDEAS)

Laili Nadhifatul Fikriya, mahasiswa Sastra Inggris FS UJ angkatan 2012, menyatakan bahwa kualitas pementasan drama kali ini lebih baik dibandingkan drama tahun sebelumnya. Ia sangat terkesan dengan pementasan drama A Midsummer Night’s Dream. “Pementasannya kece banget, semuanya meningkat dari perfomance, kostum, pokoknya wow banget,”  tandas Laili. []

 

Penulis: Ayu Kristiana

Editor: Winda Chairunisyah