Menggurat Visi Kerakyatan

Organisasi Mahasiswa Keluhkan Bantuan Dana Fakultas Sastra

127

Fakultas Sastra Universitas Jember (FS UJ), adakan sosialisasi akses kendaraan roda dua pada Jumat (12/2). Sosialisasi yang diadakan di ruang sidang FS UJ ini dihadiri oleh Wisasongko, selaku Pembantu Dekan III (PD III) dan perwakilan dari organisasi mahasiswa (ormawa) FS UJ. Salah satu pembahasan sosialisasi tersebut mengenai dana yang diberikan pada ormawa.

Dalam sosialisasi ini, Wisasongko menjelaskan prosedur pengajuan dana di FS UJ. Ia menyampaikan mengenai jumlah dana ormawa tahun ini. “Bulan April atau Mei baru bisa diakses oleh karena itu ya tolong dicukup-cukupkan, karena 6 juta ini sudah peningkatan dari tahun kemarin,” kata Wisasongko.

Wisasongko juga menjelaskan bahwa FS UJ tidak dapat memberi dana pada kegiatan yang bersifat insidental (di luar program kerja) atau mendadak. “Sponsorship itu silahkan. Yang tidak boleh itu sponsor rokok, ini kebijakan dari pusat,” tambah Wisasongko.

Rio Pratama, Ketua Umum Dewan Kesenian Kampus (DKK) mempertanyakan alur pencairan dana ormawa. DKK mengajukan dana untuk mengikuti sebuah festival di Solo, tetapi birokrasi kampus saling melempar tanggung jawab. “Saya dilempar-lempar, dari rektorat ke PD II, dari PD II saya disuruh ke PD III. Dari kemarin saya dilempar-lempar untuk masalah seperti ini,” ungkap Rio. Pada akhirnya sampai sekarang DKK belum mendapat dana bantuan dari FS UJ.

Rio juga menjelaskan bahwa ormawa di fakultas lain mendapat dukungan dari birokrasi kampusnya. Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Jantung Teater dari Fakultas Hukum, UKMF Seni dan Budaya Kurusetra dari Fakultas Ekonomi, dan Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian (UKMK) UJ, mendapat bantuan dana ketika mengikuti festival dan lomba yang juga bersifat insidental. Anggota DKK sendiri terpaksa turut serta dalam kegiatan tersebut atas nama fakultas lain, karena tidak diberi dana oleh fakultasnya sendiri. “Mengapa sekarang ini mahasiswa FS UJ, mau ke Solo tapi tidak didukung sama sekali. Kita harus mencari dana kesini, kesana. Saya harapkan ada dukungan,” terang Rio.

Menjawab hal tersebut, Wisasongko memaparkan bahwa sistem keuangan ini bersifat tidak fleksibel dan perlu tanggung jawab yang besar. Untuk keuangan dan fasilitas yang ada di FS UJ, merupakan ranah PD II.

“Kalau memang Bapak Wisasongko ingin mensosialisasikan tentang masalah fasilitas dan lain-lain mohon yang bersangkutan, PD II ini dihadirkan juga,” harap Rio. Namun Wisasongko menjelaskan bahwa Latifatul Izzah, PD II FS UJ saat ini tidak dapat hadir karena sibuk.[]

 

Penulis: Abdul Haris

Editor: Rosy Dewi Arianti Saptoyo