Menggurat Visi Kerakyatan

Mubes IKM UJ Tidak Sesuai Harapan

104

Pembantu Rektor III (PR III) Universitas Jember (UJ), Prof. Dr. M. Saleh membuka secara resmi Musyawarah Besar (Mubes) dan pembentukan Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Jember (IKM UJ) pada tanggal 13 Juni 2014 di lantai tiga Gedung Mas Soerachman UJ. Dalam sambutannya PR III UJ berterima kasih karena tidak ada kerusuhan selama perumusan pembentukan IKM UJ.

“Alhamdulillah selama ini jenengan itu, saya tidak pernah mendengar jenengan itu geger, ini menunjukkan jenengan punya etika yang bagus. Saya sangat senang sekali,” kata Saleh ketika memberikan sambutan

PR III menyambut baik keinginan mahasiswa membentuk sebuah organisasi tingkat universitas. Saleh mengatakan siap memfasilitasi mahasiswa ketika mubes berlangsung. Dia juga mengatakan agar para mahasiswa tidak malu mengutarakan apa yang diinginkan untuk kepentingan bersama. Tapi apa yang diungkapkan Saleh berseberangan dengan jalannya Mubes.

Masnif selaku Ketua Panitia Khusus (Pansus) Mubes mengatakan bahwa acara tidak berjalan lancar. Salah satunya adalah molornya pembukaan Mubes selama satu jam lebih dan terlambatnya urusan kesekretariatan acara Mubes. “Jadi dari awal persiapan itu kita ngomong penggandaaan undangan, penggandaan AD/ART kemudian proses-proses administrasi seperti SK-nya pansus dan lain sebagainya itu molor. Yang harusnya hari senin itu sudah tuntas semua. Tapi ternyata ada yang selesai hari selasa, selesai hari rabu dan ada yang selesai hari kamis malah. itu yang jadi masalah.” ungkap Masnif.

Selain keterlambatan administratif dan molornya acara, banyak peserta forum yang menanyakan tentang fasilitas Mubes yang seharusnya disediakan oleh pihak rektorat. Fasilitas yang banyak ditanyakan peserta forum adalah microfon dan palu sidang.

“Kita sudah memberikan gambaran Mubes sidangnya ada ini aja,ada sidang  pleno ini sidang pleno ini. Nah, urusan teknis ini dalam urusan itu sudah rinci bahkan, itu sudah kita serahkan ke rektorat ke kemahasiswaan. Namun ternyata pada waktu persiapan, pihak rektorat ada kesibukan lain dan kita akhirnya carut-marut diawal akhirnya molor. dan mereka mereka tidak bisa ditengahi karena sudah tidak jam kerja gitu.” Tutur Ketua Pansus ketika ditemui setelah Mubes.

Tapi yang paling disayangkan oleh para peserta forum adalah tidak lengkapnya presidium sidang Mubes. Seperti yang diungkapkan oleh Asyiah Hamasa Izati salah satu peserta dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UJ bahwa Pansus dan presidium sidang kurang berkoordinasi.

“Mungkin berjalannya memang ada mis yang fatal. seperti masalah presidium itu menurutku itu antar pansus dengan presidium kurang koordinasi. presiium itu komponen penting dalam forum. mungkin untuk selanjutnya ini kan kita kan ngomongin hal yang berat juga ya. beratnya itu karena masalah kita bersama. mungkin lebih selanjunya bisa dibicarakan lagi biar gak terjadi mistake lagi.” Ungkap Asyiah.[]