Menggurat Visi Kerakyatan

Dosen dan Birokrat Universitas Jember Tak Bisa Intervensi Persma

263

Lembaga Pers Mahasiswa Pertanian (LPMP) Plantarum mendapat dukungan untuk menjadi lembaga pers yang bebas dari intervensi. Dukungan itu berasal dari Dr. Ir. Sri Hartatik, M.S., dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember (Faperta-UJ) yang sekaligus menjabat sebagai Pembina LPMP-Plantarum. Dukungan tersebut diungkapkan oleh Hartatik kepada Ideas seusai melantik pengurus LPMP-Plantarum periode 2014-2015, Kamis (27/02).

“Ya, dia harus bebas dari intervensi pihak manapun. Pers mahasiswa harus bebas,” kata Hartatik. Ia pun menambahkan bahwa arah gerak LPMP-Plantarum harus bisa berperan sebagai corong penyuara aspirasi mahasiswa.  Oleh karena itu, kata Hartatik, pers mahasiswa memang harus bebas dari intervensi, baik dari kalangan dosen ataupun birokrat. “Cuma dalam tanda petik, masih dalam koridor yang benar, sesuai dengan kaidah jurnalistik,” tambahnya.

Sementara itu Nur Maida, Pemimpin Umum LPMP-Plantarum, mengklarifikasi perihal arah gerak LPMP-Plantarum dalam kepengurusan tahun ini. Pihaknya memang berniat untuk menjadikan LPMP-Plantarum sebagai media penyalur aspirasi mahasiswa. “Memang selayaknya menjadi corong penyuara aspirasi mahasiswa,” ungkap Maida.

Tak hanya itu saja, “Persma harus bebas dari intervensi. Kami ingin menyuarakan apa sebenernya yang terjadi di lapangan, tanpa ada intervensi,” kata Maida. Meski pada kepengurusan LPMP-Plantarum penerbitan media sempat vakum beberapa waktu, namun pihaknya akan tetap kukuh dengan niatnya untuk menjadikan LPMP-Plantarum sebagai pemantau kebijakan kampus. “Sehingga kegiatan atau kebijakan yang mulanya banyak merugikan mahasiswa, bisa lebih diminimalisir,” tandasnya.

Namun Hartatik menyatakan bahwa pihaknya juga akan tetap memantau LPMP-Plantarum selama satu periode ke depan.  Tujuannya, kata Hartatik, agar LPMP-Plantarum tidak menjadi media provokatif. “Plantarum tidak boleh jadi provokator. Tapi, menulis pun provokasi sebetulnya. Tapi harus diarahkan ke provokasi yang bagus,” kata Hartatik.

Selain itu pun, Hartatik mengharapkan agar nantinya LPMP-Plantarum tidak menjadi lembaga pers yang bersifat tendensius. “Ya, tidak boleh tendensius. Kan terkadang ada beberapa orang itu menilai sesuatu tidak obyektif. Sehingga karena kepentingan kelompoknya, maka seringkali dia menulis tidak benar,” pungkasnya.[]