Menggurat Visi Kerakyatan

Berkesempatan Dilaksanakan Dalam Rangkaian Dies Natalis UNEJ Ke-58, Himafisi Kembali Adakan Film Festival

Editor: Ayu Zhahrotul Madinah

539

Pada 18-20 November 2022 lalu, Himpunan Mahasiswa Film dan Televisi (Himafisi) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember kembali mengadakan film festival,  yang semula bernama Himafisi Film Festival (HFF) dan kini berganti menjadi UNEJ Film Festival atau disingkat UNEFF. Bertajuk UNEJ Film Festival by Himafisi, UNEFF berkesempatan untuk dilaksanakan dalam rangkaian acara Dies Natalis Universitas Jember ke-58 tahun.

Setelah sebelumnya pada tahun 2021 diadakan secara daring, film festival tahun ini kembali diadakan secara luring, dan bertempat di dua lokasi yaitu di halaman depan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember dan di Gedung Islamic Development Bank (ISDB). Selain merupakan program kerja divisi Media Kreatif Himafisi, UNEFF juga merupakan bentuk apresiasi terhadap sineas muda, dan sebagai wadah temu karya sineas.

UNEFF menjadi serangkaian acara Dies Natalis yang sudah dibuka sebelumnya dalam program launching UNEFF pada Kamis (09/11), bertempat di Aula Sutan Takdir Alisjahbana Fakultas Ilmu Budaya dan dihadiri oleh rektor, wakil rektor, dekan, wakil dekan, Kaprodi FIB, dosen FIB dan Ormawa FIB. Program launching ini bertujuan memperkenalkan acara-acara yang akan ditampilkan dalam Main Festival UNEFF pada tanggal 18-20 November 2022.

Serupa dengan Himafisi Film Festival sebelumnya, UNEFF juga menyelenggarakan lomba film. Ada lima kategori lomba film yang ditawarkan, antara lain Film Fiksi Pelajar, Film Fiksi Umum, Film Dokumenter, Film Vertikal, dan Gati Jemberan.

Salman Alfarisi, selaku ketua panitia UNEFF 2022 menjelaskan bahwa dari total 315 pendaftar semua kalangan lima kategori tersebut, hanya 30 film terpilih yang berkesempatan untuk ditayangkan dalam acara Main Festival UNEFF 2022. “Dari 315 film pendaftar akan diseleksi lagi menjadi 30 film terpilih,” jelas Faris pada Jumat (10/11).

Bukan hanya itu, Faris menjelaskan bahwa UNEFF ini juga merupakan wadah mempertemukan film maker dan komunitas satu dengan komunitas lainnya. “Jadi festival film itu, selain menonton, kita juga mempertemukan film maker, dan komunitas. Ada workshop, dan ada pasar kolaboratif juga di halaman. Kayak bazar” imbuhnya.

Pasar kolaboratif itu sendiri merupakan program perayaan UNEFF yang memiliki prinsip kerja sama antarmahasiswa Universitas Jember sebagai kesempatan dalam berwirausaha. Mengusung “Ramein Aja Dulu” sebagai tema, pasar kolaboratif UNEFF kali ini memiliki beberapa sub-program. Sub-program ini bertujuan agar lebih memeriahkan UNEFF. Adapun sub-program pasar Pasar Kolaboratif ialah layar tancap dan mini panggung ceria.

Faris berharap UNEFF akan diadakan setiap tahun seperti festival pada umumnya, dan bisa menjadi wadah untuk berkarya. “Semoga UNEFF bisa berlanjut setiap tahunnya, dan bisa menjadi wadah buat temu karya dari semua pengkarya film Indonesia, baik secara produksi, distribusi dan apresiasi,” harap Faris.

Disamping itu, Akbar Wibawanto, salah satu mahasiswa Program Studi Televisi dan Film (PSTF) yang hadir dalam Main Festival UNEFF mengungkapkan kesannya.  Menurut Akbar, UNEFF jauh lebih seru karena acaranya lebih besar dan lingkupnya lebih luas. Terlebih dengan nama yang telah diganti, dari semula HFF menjadi UNEFF. “Lebih seru karena acaranya lebih besar. Soalnya kan ini sebenernya acara dari tahun 2016 yang awalnya bernama Hi-Fest, lalu tahun 2018 ganti Himafisi Film Festival. Terus tahun 2022 ini menjadi UNEFF yang pasti lingkupnya jadi se-universitas. Jadi lebih seru aja sih,” ungkapnya pada Senin (21/11).

Tidak ketinggalan, ia turut memberikan saran dan berharap UNEFF akan terus diadakan tiap tahunnya, mengingat acara ini hadir dalam rangkaian dari event Dies Natalis Universitas Jember, agar dapat lebih dikenal luas. “Saran untuk kedepan lebih di-push untuk promosi acaranya agar lebih dikenal lebih besar,” tambah Akbar. []

Leave a comment