Menggurat Visi Kerakyatan

Bereksperimen dalam Mengemas Pertunjukan Seni

150

Perhelatan seni garapan mahasiswa rupanya tidak melulu disajikan dalam bentuk satu panggung tunggal dalam sebuah gedung. Namun ada cara lain untuk menghadirkan sebuah konsep seni pertunjukan. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Seni Mahasiswa (UKSM) Panjalu, Fakultas Pertanian Universitas Jember, pada Sabtu (30/8) malam, di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM).

Lewat perhelatan itu, mereka membagi gedung PKM menjadi empat area panggung. Di setiap panggung, rangkaian pertunjukan dari empat bidang seni dari UKSM Panjalu disajikan untuk penonton yang hadir. Empat bidang seni yang ditampilkan diantaranya: musik, teater, seni tari, dan seni rupa.

Menurut Tegar Alif Rahmadika, Ketua Umum UKSM Panjalu, konsep ini merupakan gagasan baru dari anggota UKSM Panjalu dalam mengemas sebuah pertunjukan. “Awalnya sih kami ingin mencoba sesuatu yang belum pernah dicoba. Pementasan yang baru gitu,” kata Tegar.

Bila pertunjukan seni pada umumnya yang digelar di gedung PKM menyediakan area duduk untuk penonton yang hadir. Maka dalam kesempatan ini UKSM Panjalu, kata Tegar, mengajak penonton yang hadir untuk menikmati pertunjukan dengan berdiri di hadapan panggung.

“Kan biasanya kan pementasan duduk semua, ada panggung biasa. Dan ini kita ingin nyoba yang baru. Ini eksperimen baru dalam pementasan,” tambah Tegar.

Acara ini pun menarik perhatian mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas dari Universitas Jember, Politeknik Negeri Jember, Universitas Muhammadiyah Jember, dan kampus-kampus lain di Jember. “Kami juga mengundang Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seni se-Jember, dan komunitas-komunitas juga,” tandas Tegar.

 

Penulis: Kholid Rafsanjani