Menggurat Visi Kerakyatan

Diancam Drop Out Karena Kritisi Kebijakan Otoriter Fakultas Sastra Unej

171

Untuk menyampaikan protes terhadap birokrasi kampus, mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Jember (Unej) punya cara tersendiri. Seperti yang dilakukan oleh Anggara Ekky, mahasiswa jurusan Ilmu Sejarah pada Rabu (19/2), ia menunjukkan sebuah aksi teaterikal. Kontan aksi ini menjadi perhatian sivitas akademik ketika perkuliahan berlangsung.

Mulanya Anggara dengan pakaian jas almamater, berdiri di atas atap salah satu gedung perkuliahan Fakultas Sastra Unej. Dengan membawa beberapa buku, sebotol cat, dan kertas di tangan, Anggara membaca sebuah puisi dengan suara lantang. Setelah membaca puisi, Anggara menanggalkan pakaiannya satu per satu, hingga tersisa celana pendek yang ia kenakan.

Setelah membacakan puisi dan menanggalkan pakaiannya, Anggara turun dari atap gedung perkuliahan. Ia mewarnai tubuhnya dengan cat berwarna hitam. Ia pun membeber selembar kertas besar bertuliskan: “Kau Ajarkan Kami Demokrasi Tapi, Demokrasi Cap Babi yang Kau Terapkan”.

Sebelumnya, Anggara dan beberapa temannya pernah mengkritik pemberlakuan jam malam di Fakultas Sastra Unej.  Lewat tulisan yang ditempel di dinding-dinding kampus, anggara bermaksud menyampaikan opininya. Karena tindakan tersebut, Anggara pernah mendapat teguran dan ancaman Drop Out.

Kepada reporter Ideas, Anggara mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pembungkaman aspirasi mahasiswa Fakultas Sastra Unej. Bahkan mahasiswa yang bersikap kritis terhadap kebijakan kampus diancam Drop Out.  “Mahasiswa yang melakukan kritik di Universitas Jember akan di DO. Dan salah satunya adalah saya!” kata Anggara.

Tak putus asa karena mendapat ancaman Drop Out dari Fakultas Sastra Unej, ia pun berharap agar tidak ada pembungkaman aspirasi mahasiswa lagi nantinya. “Karena saya khawatir beberapa tindakan-tindakan otoriter yang lain akan berdampak pada mahasiswa-mahasiswa lainnya,” kata Anggara. Ia pun khawatir bila hal ini tidak disuarakan, “Saya tidak ingin bahwasannya ketika ini tidak disuarakan maka mahasiswa yang lain akan terus dikebiri,” pungkas Anggara seusai melakukan aksi.

Lima belas menit setelah Anggara melakukan aksi, beberapa anggota Satuan Pengamanan (Satpam) Unej berdatangan. Meski tanpa pengamanan Satpam, Aksi teaterikal tetap berjalan tertib dan lancar. []

 

Penulis: Alifah Zaki Rodliyah
Editor: Kholid Rafsanjani