Menggurat Visi Kerakyatan

Wisudawan Universitas Jember tolak Tambang Emas Tumpang Pitu

Dava R. Kusuma sedang memegang spanduk di depan gedung rektorat Universitas Jember (UJ), pada Sabtu (15/8), bertepatan dengan wisudanya.

127

Sabtu (15/08), Universitas Jember (UJ) menggelar wisuda periode IV tahun akademik 2014/2015. Momen ini digunakan Deva R. Kusuma, Wisudawan Ilmu Adsministrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) untuk melakukan aksi penolakan tambang Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.

Selepas diwisuda Deva membaca sumpah tidak akan bekerja di perusahaan tambang di area Double Way UJ. Aksi ini ia lakukan sebagai bentuk keprihatinannya pada ekploitasi emas yang terjadi di Tumpang Pitu dan pertambangan di daerah lain. Menurut Deva kerugian yang diakibatkan ekplotasi pertambangan lebih banyak dari manfaat yang didapat.

Deva sengaja melakukan aksi tunggal ini saat ia resmi menjadi sarjana untuk mengkritik kalangan akademisi. Kalangan akademisi dinilai tidak menggunakan bidang keilmuannya untuk kepentingan rakyat seperti yang terjadi di Rembang ketika Heru Hendrayana, pakar hidrologi dan Eko Haryono, pakar geologi Universitas Gajah Mada memberi kesaksian yang mendukung dilakukannya pertambangan karst.

Deva menaruh harapan pada akademisi UJ agar tidak menyalagunakan ilmunya untuk kepentingan pemilik modal.

Aksi ini juga ditujukan Bupati Kabupaten Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas yang terkesan tidak peduli dan melempar tanggung jawab atas eksplotasi di Tumpang Pitu. “Anas itu kalau ditanya pasti melempar ke bupati sebelumnya. Katanya itu sudah ditandatangani sebelum dia,” terang Deva.

Deva mengakhiri aksi tersebut dengan membentangkan spanduk bertuliskan “SAYA BERSUMPAH TIDAK AKAN BEKERJA DIPERUSAHAAN TAMBANG.”[]