Menggurat Visi Kerakyatan

Imasind ajak mahasiswa kaji peran sastra terhadap peradaban moderen

85

Ikatan Mahasiswa Sastra Indonesia (Imasind) Fakultas Sastra Universitas Jember mengadakan acara Semarak Pekan Raya IMASIND 2015 pada Sabtu, 24 Oktober 2015. Acara ini merupakan program tahunan yang ditujukan untuk menjaga eksistensi kajian sastra dan budaya, khususnya di lingkungan kampus. Salah satu acara yang dilaksanakan adalah Seminar Nasional dengan tema “Sumbangsih Sastra Modern Pada Peradaban Dunia”.

Menurut Eka Nur Islahiyah, panita penyelenggara ingin menanamkan jiwa nasionalisme pada mahasiswa Indonesia, khususnya dalam ranah sastra dan budaya. Juga sebagai upaya peningkatan nilai-nilai sastra dan budaya Indonesia, agar eksistensi sastra dan budaya Indonesia selalu berkembang. “Serta untuk memberikan edukasi bahasa, sastra, dan budaya terhadap masyarakat.”

Eka menegaskan pertantaan besar yang dibahas dalam seminar ini. “Apa pengaruh sastra moderen dalam menyumbang perubahan dunia?” jelasnya. “Seminar ini akan menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu.”

Tema yang pilih selalu berkaitan dengan sastra hal ini juga di jelaskan oleh Eka, “mengingat memang kita dari Jurusan Sastra.”

Mendatangkan seorang sastrawan yang cukup terkenal yakni Radhar Panca Dahana dan seorang sastrawan asal Jember, Dwi Pranoto.

Seorang mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Udin Rozak Choirul Ali Muhsin merasa sangat terkesan mengikuti acara Seminar Nasional ini karena telah menghadirkan sastrawan yang dapat membuka pikiran mengenai kebudayaan yang sesungguhnya. “Ini membekali kita generasi muda menghadapi persoalan kebudayaan yang sudah di otak-atik oleh orang luar,” jelasnya.

“Sebelumnya perlu diingat, munculnya sebuah karya sastra adalah tidak lepas dari kehidupan sosial masyarakat, maka sastra pun sangat berhubungan erat dengan kehidupan masyarakat pada umumnya,” tutur Eka.

Eka berharap dengan adanya seminar ini dapat membuka kesadaran manusia untuk lebih menghargai, melestarikan budayanya sendiri khususnya budaya lokal dalam menghadapi peradaban dunia serta mampu berpikir kreatif. Sebagai seorang mahasiswa satra yang banyak bergelut dengan budaya. Udin juga berharap agar Seminar Nasional yang mengangkat tentang kebudayaan sering diselenggarakan, “tujuannya untuk merangsang generasi muda agar mereka tidak kehilangan jati dirinya, tandasnya.[]